Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:23 WIB

Menuju SDM Mumpuni

Gapki Permak Sekolah di Tengah Kebun Sawit Kalbar

Kamis, 10 Oktober 2019 | 09:09 WIB
Gapki Permak Sekolah di Tengah Kebun Sawit Kalbar
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menggulirkan program CSR guna membantu rehabilitasi dan renovasi sekolah Mahad Nurul Islam di Parit Gotong Royong, Dusun Saga Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Peresmian sekolah yang telah direnovasi dilakukan Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono didampingi Staf Ahli bidang Hukum dan Politik Gubernur Kalimantan Barat, Hermanurs, mewakili Gubernur kalbar bersama dengan Ustad Taufiq Maulana dari Yayasan Nurul Islam, Rabu (9/10/2019).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (9/10/2019), Hermanus menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap Gapki yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Barat.

Selaras dengan program Presiden RI tahun ini yaitu SDM Unggul Indonesia Maju, ia mengharapkan program seperti ini akan terus digalangkan oleh GAPKI dengan para anggotanya khususnya yang ada di Kalbar. "Dari program tersebut akan bisa mewujudkan masyarakat (SDM) sehat, cerdas, aktif, dan produktif" lugas Hermanus.

Dibangun pada 1982, sekolah Mahad Nurul Islam dilakukan rehabilitasi dan renovasi atas kerjasama NU Care Lazisnu dan didukung oleh GAPKI dalam program "Melalui Pendidikan Membangun Bangsa".

Taufik sebagai pengelola yayasan tidak dapat mengungkap keadaan sekolah sebelum dilakukannya renovasi ini. "Alhamdulillah, dengan bantuan ini seluruh fasilitas menjadi lebih layak untuk digunakan. Anak-anakpun lebih senang dan nyaman untuk belajar" tandas Taufik.

Seluruh fasilitas di tingkat Raudatul Athfal atau setara dengan Taman Kanak-Kanak hingga jenjang Madrasah Aliyah atau SMA mulai dari kelas, laboratorium, perpustakaan serta isinya diperbaharui guna mendukung proses belajar-mengajar.

Joko mengungkapkan, "Program ini diciptakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah perkebunan kelapa sawit, juga mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas dan berkualitas."

Melalui program ini, baik Taufik Maulana dan Joko Supriyono mengharapkan sekolah ini bisa menjadi pusat keilmuan Islam di Pontianak. [tar]


Komentar

x