Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:22 WIB

PEPC Jalankan Tajak Sumur JTB Bojonegoro

Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:30 WIB
PEPC Jalankan Tajak Sumur JTB Bojonegoro
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menjalankan prosesi Tajak Sumur atau Spud In Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur.

Kegiatannya berlangsung Rabu (9/10/2019), dihadiri Kepala SKKMIGAS, Dwi Soetjipto; Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan H Samsu; dan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PEPC ini, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). "Tajak Sumur ini merupakan capaian kami berikutnya dalam mengawal Proyek Strategis Nasional atau PSN," papar Dharmawan dalam rilis di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan Tajak Sumur atau Spud In merupakan rangkaian operasi pengeboran, yang mana telah PEPC awali dengan sosialisasi kepada masyarakat Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Tahapan ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai World Class National Energy Company, dimana seluruh kegiatan dalam Proyek JTB ini dilakukan dengan penerapan prinsip-prinsip HSSE Excellence. PEPC sebagai operator tunggal wajib mengaplikasikan dan mengintegrasikannya dalam setiap fungsi dan struktur bisnis. Sesuai dengan semboyan HSSE PEPC "SPIRIT to Zero, Zero Accident, Kami Pilih Bekerja Selamat".

Pengembangan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru terdiri dari beberapa scope of work, seperti pengembangan 4 (empat) sumur di Jambaran East, 2 (dua) sumur di Jambaran Central, pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pengerjaan fasilitas pemrosesan gas atau Gas Processing Facility (GPF) yang telah mencapai 36,91% dan mempunyai kapasitas 330 MMSCFD, pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan CPF Lapangan Banyu Urip, pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas dan juga pembangunan infrastruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.

"Kegiatan Operasi Pengeboran ini telah dimulai sejak September 2019, yang mana PEPC bekerjasama dengan Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dalam kegiatan ini," papar Jamsaton Nababan, Direktur Utama PEPC.

Di mana, PDSI menggunakan Rig Nomor 40.3/DSI 1500-E dengan melibatkan 42 kontraktor di bawah kendali putra-putri terbaik Indonesia. Pekerjaan akan dimulai dari tapak sumur Jambaran East, yang meliputi 3 sumur pemboran baru, yaitu Sumur JAM-3, JAM-5 dan JAM-8. Sedangkan 2 (dua) sumur lainnya, terletak di tapak sumur Jambaran Central, yaitu Sumur JAM-6 dan JAM-7.

"Pekerjaan lainnya, adalah mengerjakan re-entry 1 (satu) sumur existing, yaitu sumur JAM-4 ST dengan melakukan completion dengan rangkaian pipa produksi yang tahan gas H2S," papar Jamsaton.

Produksi gas yang dihasilkan oleh Proyek JTB sebesar 192 MMSCFD nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. [ipe]

Komentar

x