Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 14:37 WIB

Ekonomi China Melambat, Apa Kabar Indonesia?

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:09 WIB
Ekonomi China Melambat, Apa Kabar Indonesia?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, perlambatan ekonomi China belum berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun kalau terus terjadi, tentu saja mengkhawatirkan kinerja ekspor yang memukul pertumbuhan ekonomi.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi menilai, porsi pertumbuhan ekspor terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), saat ini, hanya 17,6% terhadap struktur PDB pada kuartal II-2019. Angka ini dinilainya belum begitu besar. Jauh di bawah konsumsi rumah tangga yang mencapai 56%.

"Jadi untuk jangka pendek, gejolak eksternal yang memengaruhi perdagangan internasional memang tidak terlalu berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutur Fithra, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Kendati begitu, bukan berarti fenomena ini bisa diabaikan. Sebab dalam jangka menengah panjang, perlambatan ekonomi China maupun negara-negara tujuan ekspor utama lainnya bisa menghambat pencapaian target pertumbuhan Indonesia.

Seperti yang diketahui dan disampaikan pemerintah beberapa kali, Indonesia butuh meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi (high-income country).

Fithra menghitung, dibutuhkan pertumbuhan rata-rata 6,5% per tahun hingga 2030, jika Indonesia mau keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Untuk mencapai level pertumbuhan setinggi itu, dua pendorongnya ialah investasi dan ekspor. "Di sinilah kekhawatirannya jika pertumbuhan ekspor Indonesia tetap rendah untuk jangka menengah panjang," kata Fithra.

Oleh karena itu, Fithra menilai dalam jangka pendek pemerintah harus terus mempertahankan sinyal-sinyal positif pada investor melalui kebijakan deregulasi dan debirokratisasi yang konkret. Sinyal yang positif tersebut berpotensi mengundang investasi masuk yang selanjutnya mendorong arus perdagangan internasional yang lebih positif. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x