Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 14:31 WIB

Daya Saing Era Jokowi Kendor, Ini Kata Mardiasmo

Senin, 14 Oktober 2019 | 14:09 WIB
Daya Saing Era Jokowi Kendor, Ini Kata Mardiasmo
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo masih optimis bahwa aplikasi perizinan terpadu (Online Single Submission/OSS) untuk impor barang sektor hulu migas, mampu mendongkrak peringkat daya saing Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Worl Economic Forum merilis penurunan peringkat daya saing ekonomi Indonesia dari 45 pada 2018, menjadi 50 pada 2019. "Sekarang (pengusaha) tidak perlu bertemu, langsung by sistem dengan IT (teknologi informasi) yang sudah dikolaborasi, sehingga lebih cepat, pengusaha juga lebih dimudahkan," kata Mardiasmo di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Menurut Mardiasmo, dengan adanya kemudahan layanan itu maka potensi penerimaan negara juga bisa ditingkatkan. Dengan aplikasi OSS, cara kerja administrasi dari pelaku usaha akan dimudahkan dalam pemberian fasilitas fiskal untuk kegiatan usaha hulu migas. Dijamin akan lebih transparan dan akuntabel.

Fasilitas fiskal migas merupakan kebijakan pengurangan atau pembebasan bea masuk atas barang impor yang terkait eksplorasi dan eksploitasi migas dengan pelaku usaha yaitu kontraktor kontrak kerja sama (K3S).

Sebelumnya, K3S terlebih dahulu mengajukan ke masing-masing kementerian/lembaga yaitu SKK Migas, Kementerian ESDM dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu serta instansi terkait lainnya, kini mereka dapat mengajukan langsung ke sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Selanjutnya, sistem INSW diteruskan ke sistem kementerian/lembaga dan instansi terkait. Perekaman elemen data dan pengajuan dokumen lampiran yang sebelumnya terjadi duplikasi, kini sudah bisa dilakukan melalui pemasukan tunggal atau single entry.

Apabila dihitung dengan cara yang lama, maka pelaku usaha total harus melakukan enam kali proses transaksi ke kementerian/lembaga untuk mendapatkan Surat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tentang pembebasan.

Sementara itu, Kepala Lembaga National Single Window, Mochamad Agus Rofiudin mengungkapkan, melalui OSS, waktu layanan bisa dipangkas dari 42 hari kerja menjadi hanya 15 hari kerja. Artinya mengurangi waktu yang dibutuhkan lebih dari 50%.

Kementerian Keuangan juga meluncurkan awal gateway sistem delivery order (DO) online dalam sistem INSW yang bertujuan meningkatkan kelancaran arus barang dan menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

Di mana, DO merupakan surat bukti penyerahan barang yang dikeluarkan perusahaan angkutan laut atau kuasanya kepada pemilik barang yang merupakan suatu bukti pengiriman barang. Sistem itu juga diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia.

Sekedar mengingatkan, WEF telah mengeluarkan indeks daya saing global (GCI) 2019 yang menempatkan Indonesia turun ke rangking 50. Laporan itu menyebutkan, Indonesia mengumpulkan skor 64,6, atau turun tipis 0,3 ketimbang tahun lalu. [tar]

Komentar

Embed Widget
x