Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 12:06 WIB

Jelang Kenaikan Cukai Rokok

Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau

Rabu, 16 Oktober 2019 | 02:29 WIB
Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau
Bupati Temanggung M Al Khadziq - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Temanggung - Industri rokok kretek di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diharapkan tetap membeli tembakau petani dengan harga wajar, sesuai kualitas.

"Kualitas tembakau tahun ini sangat bagus, pabrikan akan rugi sendiri jika tidak melakukan penyerapan hingga akhir panen raya," kata Bupati Temanggung M Al Khadziq saat mengunjungi salah satu gudang tembakau perwakilan PT Djarum di Temanggung, Selasa (15/10/2019).

Ia meminta, pada akhir panen, tembakau dari petani jangan dibeli dengan harga murah. Pabrikan harus membeli tembakau dari petani dengan harga sesuai kualitas dan pada akhir panen seperti ini tembakau justru berkualitas bagus

Ia mengakui, rencana pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 23%, sangat berimbas kepada penyerapan tembakau dari petani. Namun demikian, saat ini masih banyak tembakau milik petani yang belum dibeli.

Bahkan, katanya masih ada daun tembakau yang belum dipetik dari lahan, terutama tembakau di wilayah selatan Temanggung atau daerah lereng Gunung Sumbing. "Petani di lereng Gunung Sumbing ini masa tanamnya paling akhir, jadi sampai saat ini masih ada yang belum selesai panen," katanya.

Al Khadziq mengatakan, dalam dua hari teakhir pihaknya mengunjungi dua perwakilan pabrik rokok kretek yang melakukan pembelian tembakau di Temanggung. Dalam kunjungan tersebut pihaknya meminta agar semua perwakilan pabrik rokok melakukan penyerapan hingga akhir panen raya. "Kemarin ke perwakilan Gudang Garam di Bulu dan hari ini berkunjung ke perwakilan Djarum," katanya.

Ia menuturkan sampai saat ini kedua perwakilan pabrik rokok kretek tersebut masih melakukan penyerapan tembakau. "Kedua pabrikan itu sudah sanggup akan melakukan pembelian hingga akhir panen, saya minta harganya yang wajar, agar semuanya untung," katanya.

Perwakilan dari PT Djarum, Hugiono menuturkan, sejak awal panen tembakau hingga saat ini, pihak Djarum masih membeli tembakau dari petani. "Penyerapan tidak hanya dari petani yang bermitra dengan Djarum saja, melainkan dari semua petani, tembakau berkualitas bagus tetap kami beli," katanya.

Ia menyebutkan saat ini harga tembakau termahal yang dibeli dari petani Rp250 per kilogram, harga ini untuk tembakau dengan grade G. [tar]

Komentar

x