Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 06:37 WIB

KUR Sektor Produksi Sulit, Darmin Angkat Tangan?

Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:54 WIB
KUR Sektor Produksi Sulit, Darmin Angkat Tangan?
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai, upaya meraih target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi sebesar 60% dari total yang akan disalurkan sebesar Rp140 triliun pada 2019, sulit terealisasi. Angkat tangan pak?

"Kalau 2017 saya tetapkan 40 persen, 2018, 50 persen dan tahun ini sebenarnya produksi itu 60 persen tapi saya melihat mulai enggak tercapai," katanya saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab hal tersebut sulit untuk dicapai adalah mayoritas orang yang berada di sektor produksi bekerja secara individu sehingga pihak dari perbankan kurang berminat dalam menyalurkan kredit. "Banknya juga tidak terlalu semangat dibanding dengan kelompok di mana ada 100 orang yang menerima KUR itu dia lebih semangat mengurusnya," ujarnya.

Menurut Darmin, akan lebih baik jika perseorangan itu membentuk sebuah klaster atau kelompok dalam menjalankan suatu sektor produksi atau UMKM sehingga lebih memudahkan pihak perbankan dalam proses penyaluran agar tercapai target 60 persen tersebut. "Kita harus mendorong lahirnya kelompok atau klaster kegiatan UMKM, itu dia tantanganya," katanya.

Darmin menyebutkan peran dari swasta seperti perusahaan juga sangat dibutuhkan untuk mengakomodasi pembentukan para pelaku usaha UMKM menjadi satu kelompok seperti memberikan kursus dalam kurun waktu tertentu agar mereka memiliki standar yang bagus dan bernilai tinggi.

"Ada perusahaan yang mengurusinya sehingga dia jadi off checker-nya, dia juga mengajari mereka supaya standar jahitannya betul dan designer-nya juga ada karena itu semua tidak bisa sendiri-sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 hingga Agustus 2019 sebesar Rp435,4 triliun dan diberikan kepada 17,5 juta debitur dengan NPL (non performing loan) terjaga di level 1,31 persen.

Sedangkan untuk tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp140 triliun yang 60 persennya harus diserap oleh sektor produksi. Namun realisasi KUR hingga 31 Agustus baru di angka Rp102 triliun yang diberikan kepada 3,4 juta debitur. "Sedangkan realisasi KUR untuk produksi sampai Agustus 2019 masih 47 persen," ujarnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x