Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 12:40 WIB

Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi

Kamis, 17 Oktober 2019 | 06:09 WIB
Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha sekaligus Ketua Umum Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI), Nita Yudi dikabarkan masuk radar Joko Widodo untuk kursi menteri. Bagaimana sepak terjangnya?

Hari-hari ini, bermunculan nama calon menteri yang bakal membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Salah satunya, ya itu tadi, Nita Yudi. Di kalangan pengusaha perempuan, Nita Yudhi bukanlah sosok yang asing. Apalagi, dirinya saat ini menjabat sebagai Ketum IWAPI yang dikenal sebagai organisasi yang banyak melahirkan pengusaha perempuan baru.

Selain itu, IWAPI terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan dan perekonomian Indonesia. Saat ini, IWAPI sedang fokus mendorong kaum perempuan lebih mandiri dan kreatif untuk menghadapi Revoluai Industri 4.0 agar Perempuan melek teknologi digital.

Nita juga merupakan mantan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf yang membentuk organ relawan yaitu Kelompok Perempuan UMKM 4.0 (KOPER). Kala itu, Nita mengkampanyekan mengenai program-program pemerintah soal UMKM yang fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan untuk kesejahteran keluarga di berbagai daerah Indonesia.

Memang, Nita sangat tertanam jiwanya untuk membantu perempuan Indonesia agar mandiri secara ekonomi. Kini, IWAPI dibawah komando Nita sudah banyak melahirkan pengusaha baru dari kalangan perempuan.

Bahkan, peran IWAPI mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan dan perekonomian Indonesia. Sekarang, IWAPI sedang fokus mendorong kaum perempuan lebih mandiri dan kreatif untuk menghadapi revolusi industri 4.0 agar perempuan melek teknologi digital.

Nita mengaku kaget mendengar isu yang beredar bahwa namanya digadang-gadang masuk dalam calon menteri jilid kedua Pemerintahan Jokowi-Maruf. Karena, kata dia, urusan menteri itu menjadi hak prerogratif Jokowi selaku Presiden RI. "Wah saya malah belum denger tuh. Kan urusan menteri itu wewenang sepenuhnya di tangan Pak Jokowi," kata Nita di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Akan tetapi, Nita tidak keberatan apabila diminta untuk membantu Pemerintahan Jokowi selama lima tahun ke depan. Menurut dia, itu merupakan panggilan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara terutama rakyat Indonesia. "Ya kalau ditugasi oleh Pak Jokowi, saya anggap itu panggilan tugas negara. Maka, saya siap mengabdi untuk negara dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Karena aktif dalam organisasi IWAPI, maka kabar yang beredar nama Nita layak menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Apalagi, Nita juga saat ini menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Saat ini diperlukan SDM yang unggul, maka dibutuhkan peran perempuan baik terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan serta generasi bangsa yang sehat dan potensi," tandasnya.

Nita merupakan lulusan Oklahoma City University, USA, jurusan Magister of Business. Sepak terjangnya di dunia bisnis, jangan diragukan lagi. Kini, dia menjabat sebagai President Director PT DNS. E-Vision (advertising), Operational Director PT Arscipta Garis Persada (contractor consultant), President Director PT Sinar Kencana Delapan, Commissioner PT Tara Indonesia.

Selain menjabat sebagai Ketua Umum DPP IWAPI, Nita juga Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Berbagai Achievement dan penghargaan diperolehnya baik dari Luar negeri dan dalam negeri. Dirinya juga sering diminta untuk menjadi narasumber di berbagai seminar.

Nitapun selalu mengunjungi para perempuan pengusaha mikro untuk memberikan pembinaan, maupun bantuan. Dirinya tidak segan blusukan hingga ke pelosok negeri. Jiwa dan hatinya sudah tertanam untuk membantu perempuan Indonesia agar mandiri secara ekonomi. Artinya, sudah sepantasnya penyandang ban coklat Karate INKAI ini, dipercaya menjadi salah satu menteri di Kabinet Kerja Jilid II. [tar]

Komentar

Embed Widget
x