Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 13:09 WIB

Inilah Langkah PGN Penuhi Kebutuhan Gas Jawa Timur

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:09 WIB
Inilah Langkah PGN Penuhi Kebutuhan Gas Jawa Timur
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - PT Perusahaan Gas Negara (Persero/PGN) terus berupaya memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur (Jatim). Caranya dengan memperluas jaringan infrastruktur. Seiring dengan tingginya permintaan gas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, selain pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya.

Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang.

"Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180 MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang," kata Rachmat, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

Sementara fase kedua, kata dia, adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk. Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

Di mana, LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim. Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.

Secara konsep besar pengelolaan ketahanan pasokan di Jawa Timur dan nasional pada umumnya, tak hanya untuk Jatim, keberadaan LNG Terminal Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah lain.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan cara agar pemanfaatan gas bumi domestic dapat meningkat.

Selain fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok LNG dan dialirkan ke jaringan pipa, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa. Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Terlebih jika jika pipa transmisi Gresik Semarang sepanjang 267 kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik Semarang ditargetkan kelar pada Maret tahun depan di mana saat ini progres pembangunannya sudah lebih dari 90%.

Selain pipa transmisi, lanjutnya, PGN bakal membangunan pipa distribusi Semarang Kendal Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatera, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi DuriDumai tahap II sepanjang 67 kilometer. [ipe]

Komentar

x