Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 14:02 WIB

ET Masuk Kabinet, Analis Minta Jokowi Pikir-pikir

Jumat, 18 Oktober 2019 | 12:09 WIB
ET Masuk Kabinet, Analis Minta Jokowi Pikir-pikir
Presiden Joko Widodo bersama Erick Thohir (ET) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Analis Geopolitik Hendrajit menuturkan bahwa Erick Thohir (ET) adalah satu-satunya kandidat Menteri yang akan membawa kepentingan kelompok pebisnis di tengah hegemoni partai pendukung pemerintah.

Menurut Hendrajit, keberadaan Erick Thohir di lingkar Jokowi akan melahirkan persaingan politik yang serius antara kelompok oligarki (parpol pendukung) dengan kelompok di luar parpol yang membawa kepentingan-kepentingan bisnis. Pasca gagalnya Sandiaga Uno dalam pertarungan Pilpres 2019.

"Erick Thohir dan Sandiaga Uno sebenarnya sama saja, Astra Connections. Kelompok interest group ini, sebenarnya tidak ada komitmen dengan kekuasaan. Karena, bagi mereka, kepentingan bisnis yang utama," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (17/10/2019) malam.

Hendrajit menambahkan, kelompok ini bisa saja berbahaya, namun bisa juga tidak berbahaya. Semuanya tergantung dari cara pandang mana posisi itu dilihat.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhamad Faisal juga berpendapat sama. Menurutnya, Erick yang memang diketahui memiliki jaringan bisnis yang luas, sehingga sangat rentan dengan konflik kepentingan jika menduduki posisi Menteri apapun, khususnya Menteri BUMN.

"Ini akan menuntut Erick Thohir untuk memilah antara kepentingan bisnis pribadinya dengan perusahaan BUMN. Jadi sangat rentan (konflik kepentingan pribadi) menurut saya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang dua hari ini Erick Thohir santer disebut sebagai kandidat kuat Menteri BUMN. Posisi itu disebut sejumlah pihak tak sesuai dengan prestasi Erick di dunia pemuda dan keolahragaan. [ipe]

Komentar

x