Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 12:54 WIB

PGN Amini Pasokan Gas Jawa Timur Butuh Tambahan

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:23 WIB
PGN Amini Pasokan Gas Jawa Timur Butuh Tambahan
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - PT Perusahaan Gas Negara (Persero/PGN) Tbk mengamini, Jawa Timur masih membutuhkan pasokan gas. Sebab, sampai saat ini PGN belum bisa memenuhi semua permintaan gas.

Adapun pasokan gas yang bisa dipenuhi atau dialiri PGN di Jawa Timur sebanyak 140 juta kaki kubik perhari atau million standard cubic feet per day (mmscfd). Sedangkan permintaan gas di Jawa Timur saat ini sebanyak 170 mmscfd.

"Demand gas Jawa Timur 160-170 mmscfd, kami bisa pasok 141 mmscfd. Dan ini (permintaan) masih bisa banget naik. Apalagi kami sudah sinergi dengan Pertagas (PT Pertamina Gas)," kata Penjabat Harian Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi, Jumat (18/10/2019).

PGN, kata dia, terus berupaya memenuhi pasokan gas dalam negeri, termasuk di Jawa Timur. Carabya PGN membangun fasilitas Terminal Gas Alam Cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Teluk Lamong berkapasitas 40 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Proyek ini dikerjakan bersama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Pembangunan proyek ini akan dilakukan dalam tiga fase. Fase pertama, perusahaan akan membangun fasilitas penerima dan regasifikasi LNG berkapasitas 40 mmscfd yang dapat ditingkatkan menjadi 180 mmscfd. "Awal kapasitas 40 mmscfd di tahun ini. Kemudian ramp up menjadi 180 mmscfd di 2023," ujar dia.

Sementara fase kedua mencakup pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk. Terakhir, fase ketiga mencakup pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu meter kubik dan dapat ditingkatkan hingga 180 ribu meter kubik.

Menurut Asset Reability Distribution Area Pasuruan PGN Dwi Handoko Sandhi menjelaskan, pasokan gas di Jawa Timur berasal dari lima produsen gas. Yakni, PT Kangean Energi Indonesia Terang Sirasun Batur, Ophir Indonesia, Husky CNOOC Madura Limited, PT Lapindo Brantas, dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore.

Pasokan gas ini didistribusikan melalui Stasiun Penerima Gas Kalisogo, Semare, Waru, Tandes, dan Gresik. "Offtake station gas ini untuk menurunkan pressure gas dari 170 bar menjadi 20-22 bar," ujar dia.

Gas dikirimkan pelanggan gas di Jawa Timur yakni 556 pelanggan industri, 122 pelanggan komersil, dan 65.032 pelanggan rumah tangga. [ipe]

Komentar

x