Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 15:12 WIB

Tepis Isu Kabinet Neolib, Jokowi Perlu Tarik RR

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:45 WIB
Tepis Isu Kabinet Neolib, Jokowi Perlu Tarik RR
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di periode kedua, Presiden Joko Widodo perlu mengerem utang luar negeri yang sudang mencapai US$393,5 miliar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp5.500 triliun (kurs Rp14.000/US$). Wow.

Dua hari lagi, Jokowi resmi ditetapkan kembali memimpin negeri ini selama lima tahun. Tidak ada salahnya Jokowi didampingi menteri yang punya komitmen kuat untuk menekan utang luar negeri. Bukan malah mempertahankan menteri yang berpaham neolib alias doyan utang.

Selain itu, Jokowi juga perlu memiliki menteri sektor ekonomi yang punya konsep serta teruji. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mandeg di angka 5% seperti yang terjadi saat ini. Apalagi janji kampanye Jokowi adalah menggenjot perekonomian bisa merangsek ke level 7%.

Adalah Ray Rangkuti, analis politik yang sejak awal memrediksi Jokowi akan menjadi presiden dua periode. Ray berharap Jokowi berhati-hati dalam menentukan siapakah susunan tim ekonominya. "Perhatian Jokowi soal ekonomi yang lebih baik saja, sehingga ada duitnya untuk pembangunan," ujar Ray, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut Ray, harus ada tokoh yang memiliki gebrakan ekonomi masuk dalam kabinet. Tokoh tersebut tidak lagi menggantungkan ekonomi Indonesia pada utang. Salah satu tokoh yang disebutnya mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

Rizal Ramli layak dipertimbangkan agar ekonomi kita tidak lagi berbasis neoliberalisme. Selain itu, RR sapaan akrab Rizal Ramli, punya jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat. "Dia (RR) juga punya riwayat panjang mengelola ekonomi, cukup berhasil kan waktu itu," tegas Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia itu.

Kehadiran RR di kabinet, sambungnya, bisa memberikan harapan baru serta mencairkan suasana pasca Pilpres 2019. Ya, saat Pilpres 2019, Rizal adalah salah satu think tank ekonomi dari Capres Prabowo Subianto.

Kata Ray, RR diyakini bisa mewujudkan cita-cita Prabowo yang ingin ekonomi melesat hingga dua digit. Selain itu, Rizal bisa mewakili para ekonom anti sistem neoliberal yang bersandarkan kepada utang, seperti saat ini. "Dia bisa ekonom anti neoliberal," tutup Ray. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x