Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 14:31 WIB

Abe Talks II Ulas Kontribusi Besar Pariwisata 2030

Jumat, 18 Oktober 2019 | 23:01 WIB
Abe Talks II Ulas Kontribusi Besar Pariwisata 2030
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sukses di seri perdananya, The Perfekto Indonesia kembali menggelar Serial Diskusi Publik ABe Talks di The Atjeh Connection Sarinah, bertajuk The Role of Tourism in Pursuing The Indonesian Dream of 2030. Tujuannya mendorong industri pariwisata.

Dalam acara yang digelar pada Kamis (17/10/2019), dipandu Ahmad Bambang, salah satu corporate management expert sebuah BUMN, mengangkat tema Future of Indonesia: Investment Opportunities and Challenges of the Company. Hadir sebagai pembicaranya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Selain itu, hadir Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), DR Arif Budimanta serta Staf Ahli Menteri Pariwisata, Hiramsyah S Thaib, serta audience dari berbagai kalangan, mulai dari direksi dan pejabat BUMN, pengusaha, pegiat pariwisata dan lain-lain.

Bambang sempat menanyakan kepada para narasumber tentang optimisme bahwa sektor pariwisata bisa memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan mimpi Indonesia 2030. Hiramsyah menjawab, saat ini, kinerja pariwasata Indonesia, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

"Terbukti, Travel Tourism Competitiveness Index melaporkan bahwa pada 2019, Indonesia berada pada peringkat 40, naik 30 peringkat dari posisi sebelumnya di peringkat 70 pada 2013," kata Hiramsyah yang juga Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata.

Tidak hanya itu, kata Hiramsyah, World Travel & Tourism Council juga mencatat bahwa pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat tumbuh dengan menempati peringkat ke-9 di dunia, nomor 3 di Asia, dan nomor 1 di Asia Tenggara.

"Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada 2018 naik menjadi 15,81 juta kunjungan atau naik 12,58 persen dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah 14,04 juta kunjungan," jelas Hiramsyah.

Dia melanjutkan, kenyataan di atas ikut berimbas pada sumbangan devisa pariwisata Indonesia yang melonjak tajam. Sebagai perbandingan, pada 2016 sumbangan devisa dari pariwasata mencapai US$12,2 miliar. Melompat menjadi US$13,5 miliar pada 2016. Naik menjadi US$16,8 miliar pada 2017. Setahun kemudian merangkak lagi menjadi US$17 miliar.

Sumbangan devisa sektor pariwisata disebutkannya mampu melewati capian sektor migas dan sektor batubara dan saat ini hanya kalah dari sumbangan dari minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).

Sedangkan Arif mengamini pandangan Hiramsyah. "Bahwa Tourism dapat menjawab Indonesia 2030 bisa masuk ke dalam Negara yang memiliki GDP terbesar nomor 5 di dunia. Kalau kita serius dalam konteks pengembangan pariwisata itu, maka, satu, kita ekonominya tumbuh lebih tinggi. Kedua, ekonominya menjadi lebih stabil, karena dia menghasilkan devisa, bukan menguras devisa. Kemudian ketiga, persoalan inequality, baik antar kelompok pelaku ekonomi, maupun antar wilayah dan pembangunan juga terjawab," paparnya.

Sementara Amir Faisal, CEO The Perfekto Indonesia mengatakan, "Kegiatan ABe Talks ini nantinya akan dilaksanakan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Harapannya dengan forum ini dapat memberikan rekomendasi terbaik kepada pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang semakin lebih baik."

"Selain itu, forum ini juga mempertemukan para pelaku usaha untuk saling berjejaring dan bersinergi satu sama lain. Karena kita pikir, di era revolusi industry 4.0 saat ini, setiap dari kita dituntut untuk dapat terkoneksi dan berkolaborasi satu sama lain, sehingga akan membuka peluang-peluang yang mungkin belum terlihat sebelumnya," imbuh Amir yang juga Founder The Atjeh Connection. [tar]

Komentar

x