Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 14:48 WIB

Mau PDB Tinggi,Jokowi Harus Buang Tim Ekonomi Lama

Senin, 21 Oktober 2019 | 06:09 WIB
Mau PDB Tinggi,Jokowi Harus Buang Tim Ekonomi Lama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginan mulai yakni Produk Domestik Bruto (PDB) tembus US$7 triliun pada 2045. Tepat satu abad RI berdiri pendapatan per capita mencapai Rp324 juta per tahun.

"Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita," papar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Jokowi menegaskan, apabila PDB bisa menembus US$7 triliun pada 2045, menempatkan Indonesia di lima besar negara berekonomi maju dengan angka kemiskinan 0%.

"Kita harus menuju ke sana. Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Tapi semua tidak datang otomatis dengan mudah, tapi harus disertai kerja keras. Dan kita harus kerja cepat. Harus diserta kerja produktif bangsa kita," tegas Jokowi.

Menanggapi optimisme presiden, peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra memandang, mungkin saja pendapatan per kapita sebesar Rp324 juta per tahun pada 2045.

"Tetapi dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan Tim Ekonomi Kabinet periode lalu yang telah terbukti hanya sanggup memberikan pertumbuhan ekonomi 5 persen," paparnya.

Menurut Gede, dirinya sudah melakukan simulasi perhitungan. Dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% pertahun, maka untuk dapat mencapai pendapatan perkapita Rp 324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5%-8% setiap tahunnya sejak 2019 hingga 2045 atau selama 26 tahun.

"Karena bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi hanya stabil di 5%, maka di tahun 2045 pendapatan perkapita kita hanya Rp 156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi." Jelas Gede.

Demi mewujudkan cita-cita sesuai pidatonya tadi, Gede menyarankan Presiden Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk naikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,5%-8%. Jangan ada lagi tempat di Kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x