Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 21:26 WIB

Kontrak Diperpanjang, Ini Langkah PGN Saka

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 21 Oktober 2019 | 14:43 WIB
Kontrak Diperpanjang, Ini Langkah PGN Saka
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian ESDM, sudah memberikan perpanjangan kontrak kerja sama pada PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) untuk Wilayah (WK) Kerja Pangkah sebagai operator.

Perpanjangan kontrak anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut menggunakan skema Gross Split melalui Saka Indonesia Pangkah Limited.

Direktur Utama PGN Saka Nofriadi mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk melakukan eksplorasi dan mendukung pemerintah dalam significant discovery. Sebagai komitmen untuk meningkatkan energi nasional, PGN Saka melakukan aktivitas pengembangan dua lapangan yaitu West Pangkah dan Sidayu yang diharapkan dapat menambah angka produksi di Blok Pangkah.

"PGN Saka terus mengupayakan peningkatan cadangan dan produksi gas melalui investasi pengeboran eksplorasi dan pengembangan. Dengan penandatanganan komitmen ini kami harapkan dapat mendukung pemerintah dalam meningkatkan energi nasional," kata Nofriadi dikutip Senin (21/10/2019).

Adapun Komitmen Kerja Pasti (KKP) dari Blok Pangkah itu sendiri yaitu USD 64,05 Juta dengan bonus tandatangan senilai USD 6 Juta. Saka juga memiliki 100 persen hak kelola di blok tersebut.

PGN Saka telah menjadi operator WK Pangkah pada tahun 2014, setelah berhasil mengakuisisi Hess. Hess Indonesia-Pangkah Limited yang merupakan perusahaan Amerika Serikat beroperasi di Indonesia pada tahun 1996.

WK Pangkah mulai ditemukan cadangan minyak dan gas bumi sejak November 1998 kemudian berhasil menghasilkan First Gas pada April 2007, First Oil pada Juni 2008, dan First LPG pada Maret 2009. Di mana PGN Saka juga telah berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi pada WK Pangkah di sumur eksplorasi Sidayu 3 pada Juli 2015, Sidayu 4 pada September 2016 dan Tambakboyo pada Agustus 2018.

Sebelumnya, kontrak dengan skema bagi hasil blok tersebut habis pada 2026. Untuk dua proyek itu, Saka menggelontorkan dana 200 juta dolar AS. Proyek tersebut bakal memberi kontribusi pada pemerintah sebesar Rp1,2 triliun.

Saka Energi optimistis kinerja di Blok Pangkah akan semakin bagus karena ada efisiensi biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan selama ini.

Sebagai subholding gas, PGN mengelola sebelas aset di Indonesia dan satu blok shale gas di Amerika Serikat. Lima di antaranya sepenuhnya dioperasikan penuh oleh PGN Saka. Selain Blok Pangkah, blok lainnya adalah South Sesulu PSC, Blok West Yamdena, Blok Wokam II PSC dan Blok Pekawai.[jat]

Komentar

Embed Widget
x