Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 10:25 WIB

Soal Pipa BBM Terbakar

Pertamina Sudah Permah Ingatkan KCIC

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:28 WIB
Pertamina Sudah Permah Ingatkan KCIC
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT. Pertamina (Persero) mengatakan, proyek kereta cepat Indonesia China (KCIC) sangat dekat dengan pipa penyaluran BBM miliknya di pinggir tol Purbalenyi, Jawa Barat.

"(Proyek kereta cepat) Dekat sekali. sangat dekat sekali," kata Manajer Komunikasi MOR-3 Dewi Sri Utami, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Pertamina kata dia, sebelumnya sudah meminta pihak KCIC berkoordinasi soal proyek tersebut. Namun, dia tak merinci apakah permintaan itu dilakukan pihak KCIC atau tidak. Yang pasti, pihaknya sudah pernah meminta kepada KCIC untuk selalu berkoordinasi.

"Beberapa waktu kami meminta pekerjaan proyek untuk berkooordinasi (dengan) Pertamina apabila akan melakukan pekerjaan konstruksi atau apapun karena memang ada aturan zona aman untuk melakukan konstruksi sejauh mana jarak aman kegiatan konstrukai dari pipa," kata dia.

Dengan kejadian ini apakah proyek itu akan dihentikan sementara atau tidak, pihaknya tidak mengetahui. Kata dia, Pertamina masih fokus penanganan atas kejadian itu.

"Kurang tahu proyek terhenti atau tidak, kami belum tau, kami fokus pemadaman saja, penyebab menunggu investigasi," ujar dia.

Sebelumnya, pipa minyak milik PT Pertamina (Perseo) di Cimahi Selatan tepatnya di pinggir tol Purbalenyi, Jawa Barat terbakar. Pemicu kebakaran diduga dari pengerjaan kereta cepat Indonesia China (KCIC).

Pertamina mengamini pipa yang di Jalan Tol Km 130-800 arah Pasir Koja adalah miliknya. Pipa jenis CB2 mengaliri Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Pipa itu memasok Premium dari Terminal BBM Ujung Berung ke Padalarang, Bandung Jawa Barat.

Adapun kebakaran diperkirakan terjadi pada Selasa (22/10/2019) sekitar pukul 14.30 hingga pukul 15.00 WIB. Saat kejadian Pertamina langsung menutup aliran premium dari pipa agar aliran premiun tidak meluas.

"Saat kejadian BBM yang disalurkan premium Otomatis kami menutup aliran," ujar dia.[jat]

Komentar

x