Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 11:41 WIB

GIIAS Medan 2019

Gaikindo Tancap Gas Implementasi Mobil Listrik

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:27 WIB
Gaikindo Tancap Gas Implementasi Mobil Listrik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendukung proggram pemerintahan Joko Widodo jilid II tentang mobil listrik.

Dukungan itu tergambar dari pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Expo (GIIAS) atau GIIAS The Series 2019 yang dibuka Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (23/10/2019).

Pameran ini merupakan konsistensi Gaikindo dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia, meliputi kota-kota berpotensi di Indonesia, juga turut mendukung implementasi program kendaraan bermotor listrik dan juga perkembangan bidang teknologi otomotif.

Ketua Penyelenggara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) sekaligus Ketua III Gaikindo, Rizwan Alamsjah mengatakan, pameran yang digelar hingga akhir pekan (27/10/2019) di Santika Convention Centre, Medan ini, menghadirkan delapan merek kendaraan ternama, mulai dari DFSK, Honda, Lexus, Mitsubishi Motors, Renault, Toyota, Wuling, dan VW.

Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Sebagai implementasinya, jelas Rizwan hampir semua prinsipal industri otomotif sudah memiliki mobil listrik berbagai tipe, mulai dari jenis Hybrid (HEV); Plug in Hybrid (PHEV); baterei EV (BEV); ataupun FCEV (Fuel Cell).

"Sejak Perpres tentang Kendaraan Listrik keluar, bahkan sebelum Perpres keluar, para pelaku usaha masih melakukan kajian mendalam mengenai besaran potensi dan minat masyarakat terhadap kendaraan-kendaaraan tersebut, termasuk kesiapan pendukung Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di seluruh pelosok tanah air, termasuk juga di Medan, Sumatera Utara," paparnya.

Toyota Astra Motor (TAM), semenjak mengikuti pameran GIIAS di ICE- BSD, konsisten fokus mengembangkan teknologi hybrid. Dengan konsep Toyota Hybrid System (THS), Toyota melahirkan berbagai kendaraan bertenaga listrik, seperti Prius Hybrid sebagai pionir mobil hybrid Toyota, Camry Hybrid, dan C-HR Hybrid.

"Kami akan mengembangkan mobil-mobil yang kita sebut Hybrid EV (Hybrid Electric Vehicle/HEV) atau PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Salah satu upaya Toyota untuk memasyarakatkan kendaraan hybrid dapat dilihat dengan kehadiran C-HR Hybrid, yang angka penjualannya positif," papar Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto.

Sementara, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara, Rudi Artono mengemukakan, berbagai bentuk dukungan diberikan oleh PLN dalam mendukung lahirnya Perpres tentang Kendaraan Listrik.

"Sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo mengisi 20% dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan kendaraan LCEV termasuk kendaraan listrik (Low Cost Emission Vehicle), maka PLN berkomitmen menyediakan SPLU dan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum)," paparnya.

"Karena itu, SPLU dan SPKLU ini kami tampilkan dalam pameran GIIAS di Medan. Untuk SPLU, saat ini sudah tersedia 4 unit di Medan, antara lain berlokasi di Lapangan Merdeka yang strategis karena berada di tengah kota. Sedangkan di seluruh Sumatera Utara sudah tersedia 13 SPLU yang ada di berbagai kota," imbuh Rudi.

Dirinya menambahkan, PLN UIW Sumatera Utara yang menjadi kepanjangan tangan dalam mengisi booth di GIIAS Medan tahun ini, menampilkan juga sejumlah program yang mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan secara paralel dengan PLN di kantor pusat, seperti menjelaskan produk unggulan dari Divisi Bisnis dan Pelayanan Pelanggan, yaitu program pelayanan pelanggan prioritas, yang ditujukan kepada sekitar 2.400 pelanggan prioritas (premium) di Sumatera Utara.

"Program layanan pelanggan prioritas diberikan kepada pelanggan yang ketika terjadi gangguan pemadaman listrik, mereka akan menjadi pelanggan paling terakhir yang mengalami gangguan tersebut, atau malah tidak mati sama sekali, dan mereka juga adalah pelanggan khusus (premium)," ungkapnya.

Terkait penggunaan kompor induksi, menurut Rudi, PLN UIW Sumatera Utara telah mengikat nota kesepahaman dengan Real Estate Indonesia (RE) daerah Sumatera Utara. Intinya, setiap developer (pengembang) yang membangun perumahan, hendaknya memberikan gimmick-nya berupa kompor induksi, atau AC, ataupun juga barang-barang elektronik, bukan lagi kompor gas. [tar]

Komentar

x