Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:06 WIB

Ekonomi RI Mandeg, Sandi Siap Beri Masukan Menteri

Kamis, 24 Oktober 2019 | 19:45 WIB
Ekonomi RI Mandeg, Sandi Siap Beri Masukan Menteri
Mantan Cawapees Prabowo yang juga pengusaha muda, Sandiaga Uno - (Foto: Inilahcom/Didik)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Mantan Cawapees Prabowo yang juga pengusaha muda, Sandiaga Uno mengaku siap memberi masukan kepada para menteri, anggota Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sandi, sapaan akrabnya, bilang, para menteri perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. "Kita beri kesempatan para menteri untuk bekerja, secara perodik, kita akan memberikan masukan yang konstruktif dan apa adanya," kata Sandi di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/10/2019).

Menurut dia, untuk membangun Indonesia dan masuk dalam lima besar perekonomian dunia pada 2045, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 7%-8%. Sementara saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mandeg di level 5%.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi supaya lebih baik lagi, tambahnya, pemerintah perlu membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menumbuhkan para usahawan-usahawan baru.

"Membangun Indonesia pada 2045, dan masuk lima besar ekonomi dunia itu, pertumbuhan ekonomi harus 7-8 persen. Hal itu tidak akan mungkin jika tidak didorong penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan," ujar Sandi.

Sebagai catatan, ada lima prioritas kerja yang sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Pada Kabinet Indonesia Maju, beberapa menteri bidang ekonomi antara lain adalah Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Selain itu, Sri Mulyani tetap berada pada pos Menteri Keuangan, Ida Fauziyah sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrief. [tar]

Komentar

Embed Widget
x