Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 14:29 WIB

Rizal: Pidato Jokowi Tidak Seindah Tim Ekonominya

Jumat, 25 Oktober 2019 | 04:09 WIB
Rizal: Pidato Jokowi Tidak Seindah Tim Ekonominya
Rizal Ramli - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keputusan Presiden Joko Widodo memasang sejumlah orang lama di Kabinet Indonesia Maju (KIM), dikritik ekonom senior Rizal Ramli. Tidak imbang dengan Pidato Jokowi tentang ancang-ancang pencapaian PDB US$7 triliun pada 2045.

Rizal bilang, awalnya sempat terkesan dengan pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10/2019). Di mana, presiden menginginkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tembus US$7 triliun pada 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun berdirinya Republik Indonesia.

Kalau itu terjadi maka perekonomian Indonesia masuk lima besar dunia. Dan, pendapatan per kapita mencapai US$25.000. Dengan kata lain, tiap warga negara Indonesia berpenghasilan Rp27 juta per bulan. Jadi tidak ada pengangguran di negeri ini. "Saya melihat pidato Pak Jokowi impresif, pendapatan rakyat Rp27 juta per kapita per bulan. Ini cita-cita yang bagus, yang besar dan perlu didukung," kata Rizal dalam sebuah acara di talkshow di stasiun televisi swasta ternama, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Bukan tanpa alasan,menurutnya Indonesia perlu memiliki mimpi besar utnuk maju. Hal itu sudah dibuktikan China (Tiongkok) yang dulu merupakan negara miskin. Berkat mimpi yang besar, jelasnya, Tingkok kini menjadi negara yang lebih maju dari segi ekonomi. "Demikian pula Jepang, perekonomiannya melesat setelah perang dunia kedua," ungkap Rizal.

Namun demikian, kekaguman RR, sapaan akrab Rizal Ramli, berhenti seketika. Pasalnya, Presiden Jokowi masih mempercayakan orang lama di tim ekonominya. Dia meyakini, sejumlah orang yang diberikan amanah Jokowi duduk di kementerian bidang ekonomi, justru akan mempersulit cita-cita tentang Visi Indonesia 2045.

"Tapi begitu lihat personalianya, bagaimana bisa. Kemudian pertanyaan saya, yang otoriter banyak enggak di dalam? Di sekitarnya masih ada orang-orang otoriter tidak? Kalau masih ada jangan berharap," tandasnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x