Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 12:57 WIB

Kereta Cepat Hingga Jiwasraya Jadi Prioritas Erick

Jumat, 25 Oktober 2019 | 19:05 WIB
Kereta Cepat Hingga Jiwasraya Jadi Prioritas Erick
Menteri BUMN Erick Thohir - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir memprioritaskan tiga program yakni pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, negosiasi Pertamina dengan Aramco serta penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Untuk mendukung program Presiden Joko Widodo, salah satunya kereta cepat Jakarta-Bandung, negosiasi aramco dan pertamina terkait pembangunan refinery di mana hal ini bagus juga buat energi nasional, lalu mengenai asuransi Jiwasraya seperti kita ketahui bersama kondisinya harus segera dicarikan solusi, dan beberapa hal lainnya yang belum bisa saya sebutkan mengingat tiga program tersebut sudah dirapatkan," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Menurut dia agar ketiga program prioritas dapat berjalan dan tuntas, maka memang harus didukung tim yang memang profesional dan transparan karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus segera dilakukan untuk kementerian BUMN.

Terkait program pembangunan kereta cepat, dirinya menyatakantelah menggelar rapat atau pertemuan dengan PLN dan Pertamina pada Jumat (25/10).

"Karena memang ada, contohnya untuk Pertamina harus memindahkan pipa yang kemarin sempat bermasalah. Lalu PLN harus memindahkan saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet," katanya.

Erick menjelaskan bahwa terdapat total sembilan sutet di lokasi pembangunan kereta cepat dan yang sudah dipindahkan lima sutet, sehingha tinggal empat sutet lagi yang harus dipindahkan oleh PLN.

Menteri BUMN tersebut berharap pembangunan kereta cepat bisa lebih cepat, supaya visi untuk menyambung Pulau Jawa dengan kereta cepat bisa menjadi kenyataan setelah tol trans jawa sekarang kereta cepat.

Sebelumnya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menunjuk dan melantik Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Menurut Presiden, kebutuhan Wakil Menteri BUMN hingga dua orang karena untuk mengelola perusahaan sebanyak itu memerlukan pengawasan, perlu dikontrol, dan juga perlu dicek.[tar]

Komentar

x