Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 17:49 WIB

Benahi Data Pangan, Mentan Syahrul Rangkul Amran

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 04:09 WIB
Benahi Data Pangan, Mentan Syahrul Rangkul Amran
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman untuk tidak kembali ke kampung halamannya sebelum data pangan selesai diseragamkan.

Dalam sambutannya pada kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab), Menteri Syahrul Yasin menegaskan di hari 100 pertamanya ia bekerja, masalah data pangan harus selesai, mengingat data tersebut dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan.

"100 hari ini masalah data harus selesai. Pak Amran, bantu saya. Masalah data ini tidak boleh lama-lama. Dengan kemarau, cuaca labil, masih adakan panen itu. Makanya saya bilang, Pak Amran jangan jauh-jauh dulu, jangan pulang kampung dulu," kata Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Syahrul meminta kepada jajaran eselon I dan II untuk mengawal keseragaman data pangan yang harus selesai dalam 100 hari pertama. Ia mengingatkan, tidak boleh ada pejabat Kementan yang tidur nyenyak.

Selama lima tahun Kabinet Kerja 2014-2019, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengakui bahwa bahwa 92 persen sampel untuk mengolah data lahan sawah yang diambil dari citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) tidak akurat.

Padahal, data tersebut sudah disahkan oleh empat lembaga, yakni Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, Kementerian ATR/BPN dan Lapan.

"Izinkan kami sampaikan di forum ini. Kami tidak sampaikan sebelumnya karena aku khawatir itu gaduh. Data pangan yang ada dengan teknologi tinggi, dengan citra satelit, itu salah," kata Amran.

Kepada seluruh pegawai Kementerian Pertanian, Mentan juga menegaskan tidak boleh ada agenda atau kerja sama di bawah meja. Ia pun siap memberantas mafia pangan di lapangan.

"Mana itu mafia, tunjukkan kepada saya. Saya biasa tempur di lapangan kok. Saya tidak pernah bermain-main untuk itu. Siapa pun menghambat selama saya dapat izin dari Presiden, saya akan tabrak itu," kata Syahrul.[tar]

Komentar

Embed Widget
x