Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:29 WIB

Kadin Menunggu Keampuhan Tim Ekonomi Jokowi

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:11 WIB
Kadin Menunggu Keampuhan Tim Ekonomi Jokowi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Ambon - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani berharap, Kabinet Indonesia Maju mampu mengatasi berbagai tantangan khususnya sektor perekonomian. Terutama bagaimana mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kabinet Indonesia Maju harus bekerja keras dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini," kata Rosan saat menjadi pembicara utama pada Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Maluku di Ambon, Jumat (25/10/2019).

Rosan menegaskan, Kadin Indonesia menyambut baik formasi kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin yang telah resmi diumumkan dan dilantik di Istana Negara pada 23 Oktober 2019. "Formasi kabinet ini adalah pilihan terbaik yang harus dihormati dan didukung semua pihak demi kemajuan bangsa dan negara. Kami mengapresiasi capaian pemerintahan selama ini dan menyambut baik susunan kabinet yang telah dipilih Presiden," ujar Rosan.

Kabinet baru juga diharapkan mampu menjawab tantangan defisit neraca berjalan, defisit neraca perdagangan, defisit anggaran belanja, masalah perizinan usaha, masalah kemiskinan serta kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, tantangan luar negeri mengenai ketidakpastian ekonomi global berdampak ekspor Indonesia turun dan masih menekan perekonomian global. Kabinet baru juga diharapkan mampu mengambil peluang dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), terkait kesepakatan damai dagang fase satu pada November 2019.

"Partner dagang terbesar Indonesia saat ini adalah China kurang lebih 15 persen dari total perdagangan Indonesia. Sedangkan AS merupakan partner dagang kedua lebih kurang 11 persen dari total perdagangan kita, sehingga perang dagang antarkedua negara ini pasti berimbas di tanah air," ujarnya.

Dia mengakui perang dagang kedua negara, berdampak kepada sejumlah industri di Indonesia yang mengalami peningkatan, serta barang produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Dia mencontohkan, ekspor hasil industri tekstil dan garmen dalam negeri, mengalami peningkatan 25%-305, produksi ban meningkat 205, termasuk barang elektronik juga meningkat.

Karena itu, sebagai mitra pemerintah, Kadin akan memperkuat sinergi dengan pemerintah terutama dalam pelaksanaan program-program yang akan dijalankan oleh kabinet yang baru, dan mendukung mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita tahun 2045. [tar]

Komentar

Embed Widget
x