Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 14:17 WIB

Catatan Kritis Rizal untuk Tim Ekonomi Jokowi

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 15:01 WIB
Catatan Kritis Rizal untuk Tim Ekonomi Jokowi
Ekonom senior UI, DR Rizal Ramli - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim ekonomi Jokowi yang dikomandani dua menko, yakni Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dinilai memiliki potensi conflict of interest tinggi.

Pandangan tersebut disampaikan ekonom senior UI, DR Rizal Ramli dalam acara talkshow di sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, Kamis (24/10/2019). "Saya enggak tahu bagaimana kinerja Airlangga. Mungkin ini hadiah," paparnya.

Selanjutnya, Rizal memberikan penilaian kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. "Mendag saya belum kenal tapi saya yakin impor tidak akan ugal-ugalan. Yang menonjol Basuki, dia eksekutor dan pekerja," tuturnya.

"Menperin anak manis, anak papi. Mentan, saya tahu Syahrul orangnya agresif dan berani, mudah-mudahan bisa mendongkrak pertanian. Nah, Bappenas biasanya kan orang profesional. Sekarang kok orang parpol, pasti hadiah juga," imbuhnya.

Khusus Menko Maritim dan Investasi yang dijabat Luhut Binsar Pandjaitan, dirinya terdiam sejenak. "Menko Maritim ini teman saya. Oragnya eksekutor, tapi konflik kepentingannya gede. Apalagi kalau diberi wewenang urus investasi, jangan-jangan China melulu," terang Mantan Menko Ekuin Era Presiden Gus Dur itu.

Rizal terkesan heran dengan keputusan Jokowi mempertahankan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Selanjutnya dia memperkirakan, utang negara bakal semakin buncit saja. Baru dilantik sudah keluarkan surat utang yang bunganya mencekik. Sepertiga dari nilai surat utang. Lho yang mbayar rakyat kok," tuturnya.

Tahun ini, mantan Menko Maritim di Kabinet Kerja Jokowi ini, memprediksi pertumbuhan ekonomi tidak jauh-jauh dari 5%. Bahkan bisa kurang. Sepanjang 2019, penerimaan pajak hanya 85% dari target. Tahun depan, pertumbuhan bisa makin kontet di rentang 4%-4,5%. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x