Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 17:34 WIB

Terpasang di 55 Ponpes

Instalasi LPG Non Subsidi Pertamina Masuk MURI

Minggu, 27 Oktober 2019 | 02:29 WIB
Instalasi LPG Non Subsidi Pertamina Masuk MURI
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jateng dan DIY kembali pecahkan Rekor MURI atas prestasi memasang instalasi gas LPG non subsidi.

Instalasi LPG Non Subsidi ini telah dipasang secara berkala di 55 lokasi Pesantren di Kabupaten Boyolali. Penghargaan Rekor MURI tersebut diberikan bersamaan dengan kegiatan Malam Puncak Hari Santri Nasional Kabupaten Boyolali 2019 yang diselenggarakan oleh PCNU Boyolali di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2019).

Dalam rilis, Jakarta, Sabtu (26/10/2019), Iin Febrian, General Manager Pertamina MOR IV mengatakan, program ini berlangsung sejak Juni 2019. Merupakan salah satu bagian dari misi Pertamina dalam mengkampanyekan penggunaan LPG Subsidi tepat sasaran.

"Tujuan dasar Pesantren yang merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan, dapat memberikan tauladan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli dan memilih produk LPG. Sebagaimana kita ketahui bahwa produk LPG pertamina terbagi dua yaitu yang disubsidi dan non subsidi," ujar Iin.

Sebelum adanya program instalasi ini, ke 55 Pondok Pesantren tersebut masih menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi. Sebanyak total 646 tabung LPG 3 Kg telah ditukarkan oleh pihak pesantren dengan 322 tabung Brightgas 5,5 Kg. "Artinya program instalasi ini secara tidak langsung memberikan kontribusi dalam penghematan kuota LPG 3 KG di wilayah Kab Boyolali yaitu sebesar 13.500 Kg atau setara dengan 4.500 Tabung LPG 3 Kg setiap bulannya," ungkap Iin.

Iin menambahkan, program ini, secara bertahap akan dilakukan di pondok pesantren di Kota-kota lainnya seperti Klaten dan Solo. "Besar harapan kami seluruh pondok pesantren terutama yang mampu, dapat menggunakan LPG non subsidi sehingga kuota LPG subsidi dapat digunakan oleh mereka yang tidak mampu dan lebih berhak," ujar Iin.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Abror, Hafid Amin sangat mengapresiasi program yang diinisiasi Pertamina ini. "Kami berterimakasih pada Pertamina atas edukasi dan atensinya terhadap pondok pesantren dan kami harapkan budaya penggunaan LPG non subsidi ini dapat menjadi teladan bagi pemimpin, pengurus dan para santri di sini," ujarnya.

Informasi saja, tidak hanya memberikan edukasi mengenai LPG, Pertamina MOR IV melalui program kemitraannya juga menggandeng 43 calon mitra UKM di Lingkungan Pondok Pesantren di Boyolali untuk menjadi mitra binaan yang akan mendapat pinjaman modal usaha dengan total nilai Rp2,5 miliar.

Pinjaman Modal Usaha yang rencananya akan disalurkan di akhir tahun ini nantinya akan diberikan bersama dengan bantuan Pelatihan Usaha dan Management dengan misi untuk meningkatkan kemampuan Usaha Kecil di Pondok Pesantren agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga dapat berkontribusi dalam menaikkan kesejahteraan Nahdiyin.

"Kami berharap dengan kerjasama ini kehidupan para santri, pengurus dan pihak lain yang terlibat akan semakin maju serta memiliki kemampuan yang lebih dalam bidang kemandirian dan pemberdayaan ekonomi," tutup Iin.[ipe]

Komentar

x