Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 13:46 WIB

PLN Tumbuhkan Pariwisata

Electric Jakarta Mar 2019 Promosi Wisata Jakarta

Senin, 28 Oktober 2019 | 14:45 WIB
Electric Jakarta Mar 2019 Promosi Wisata Jakarta
(Foto: PLN/dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Electric Jakarta Marathon 2019 yang digelar Minggu (27/10/2019), disokong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN), bertujuan mengenalkan pariwisata ibu kota. Gelaran ini bertajuk Energi Optimisme.

Dalam acara Jakarta Marathon (Jakmar), kali ini melahirkan juara Geofrey Kiprotich Birgen dari Kenya pada kategori full marathon pria. Dengan catatan waktu 2 jam, 14 menit, 23 detik.

Sementara untuk kategori wanita dimenangkan Peninah Jepkoech Kigen, dengan catatan waktu 2 jam, 29 menit, 2 detik. Sementara dari Indonesia, pencapaian tertinggi diraih Nikolas Albinus Sila (pria) dan Eni Rosita (wanita) dengan catatan waktu 2 jam, 45 menit, 15 detik dan 3 jam, 48 menit 30 detik.

Tahun ini, jumlah pesertanya lebih dari 1.421 pelari yang berasal dari 45 negara. Antara lain dari Malaysia, India, Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Italia, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang. "Ini sinyal yang baik untuk pengembangan industri wisata olahraga di Indonesia. Ketika sebuah gelaran selalu mewakili sebuah kota," ungkap Ndang Mawardi, CEO Inspiro.

Menurut Ndang, hampir seluruh kota dunia punya event seperti itu, namun kebanyakan bukan digagas oleh pemain swasta. "Makanya bagi kami, event ini selalu memberikan sejumlah tantangan. Dan kami bangga, event ini sudah berjalan sampai tahun ke-7 secara konsisten," sambungnya.

Jakarta Marathon merupakan ajang yang sudah terdaftar di Federasi Atletik Internasional (International Association of Athletics Federations/IAAF) dan diselenggarakan di minggu terakhir Oktober setiap tahunnya.

Ada lima kategori nomor lari yang dilombakan yakni Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), 10K (10 km), 5K (5 km), dan Maratoonz (1 km) untuk anak-anak usia 5 10 tahun.

Rute lomba yang dilalui peserta telah melalui proses kalibrasi dan memperoleh sertifikasi dari Association of International Marathon and Distance Races (AIMS) dan International Association of Athletics Federations (IAAF).

Rute Electric Jakarta Marathon 2019 tetap akan membawa para peserta menikmati keindahan landmark-landmark ikonik kota Jakarta, seperti Kawasan Kota Tua, Fatahillah Square, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan akan melintasi kemegahan gedunggedung pencakar langit Ibukota.

Sejak digelar, event Jakmar ditujukan sebagai wisata olahraga bagi peserta mancanegara maupun luar Jakarta. Tahun ini, panitia menyatakan minatnya untuk meningkatkan ke level IAAF Road Race Silver Label agar menjadi bukti Jakarta Marathon sebagai level internasional.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Edy Juanedi mengatakan, Jakmar bisa menjadi sport tourism yang meningkatkan pariwisata Jakarta. "Event ini merupakan wujud nyata keseriusan Jakarta menjadi pusat pariwisata," tutur Edy.

"Sebagai warga Jakarta, kita patut bangga karena Jakarta memiliki agenda tahunan sport tourism berskala International, Jakarta Marathon. Kami melihat, gelaran Jakarta Marathon selama tujuh tahun terakhir ini sangat efektif sebagai sarana promosi, dalam rangka meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan," tambah Edy.

Kata Edy, Jakmar telah masuk dalam agenda olah raga lari internasional, sehingga mampu memberikan dampak langsung dan media value yang tinggi. Melalui event sport tourism seperti Jakarta Marathon ini, diharapkan target kunjungan tiga juta wisatawan mancanegara ke DKI pada 2019, dapat tercapai, dan target sektor pariwisata menyumbang Rp6,2 triliun dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dapat terealisasi.

Reza Zumar, pelari yang sudah malang melintang di berbagai ajang marathon dunia sepakat, kalau penyelenggaraan event seperti Jakmar bisa berjalan bagus, biasanya antar peserta juga akan saling ajak. Dalam kesertaan tahun ini saja, ia sudah janjian dengan beberapa teman pelari yang berasal dari Bangkok dan Kuala Lumpur.

Mewakili PLN yang menjadi title sponsor untuk kedua kalinya, brand ambassador PLN, Sha Ine Febrianti memvibrasikan kembali energi optimism yang ingin disampaikan oleh PLN melalui event ini.

"Pesan yang ingin disampaikan oleh PLN melalui event ini adalah, bahwa PLN siap untuk menyiapkan daya yang besar bagi masyarakat Indonesia. Dengan daya yang ada itu, bagaimana kita dapat mengoptimalkan kreativitas dan produktivitas," papar Sha Ine.

"Jika dulu hastag PLN adalah #hemat energy, sekarang dengan pesan #energi optimisme ini, kita dipacu untuk menjadi lebih produktif karena pasokan listrik sudah tersedia berapapun yang dibutuhkan, termasuk pasokan listrik yang berasal dari energi terbarukan," lanjutnya.

Ine Sha yang juga pecinta alam, mengaku tidak ingin udara di dunia ini penuh dengan polusi udara. Karena itu ia mendukung program-program pengenalan alat-alat listrik yang penggeraknya berasal dari energi listrik, sepeti skuter listrik, motor listik, dan mobil listrik yang ramah lingkungan.

"Itu sebabnya menjadi tantangan bagi saya selaku brand ambassador PLN, bagaimana caranya supaya alam yang kita sayangi ini, bebas dari polusi udara. PLN pasti akan membantu supaya bumi kita tetap lestari, antara lain melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)," ujarnya. ]tar]

Komentar

x