Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 14:42 WIB

Menteri Siti Ajak Siswa Jaga Lingkungan Hidup

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 30 Oktober 2019 | 10:11 WIB
Menteri Siti Ajak Siswa Jaga Lingkungan Hidup
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengunjungi Sekolah Global Mandiri untuk berbagi inspirasi dan mengajak siswa sekolah bersama-sama menjaga lingkungan hidup dan kehutanan.

Menteri Siti mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan, karena karakter yang terbentuk siswa sekolah menentukan Indonesia di masa depan. "Kerja lima tahun belakangan mengindikasikan banyak kemajuan. Terlihat anak-anak sekolah sekarang sudah membawa tumbler dan mengurangi sampah plastik," kata Siti usai mengisi kelas inspirasi di Sekolah Global Mandiri di Cibubur, Jawa Barat, Selasa (29/10/2019).

Menteri Siti menyatakan, saat ini, LHK sedang merancang kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah. Apalagi pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sangat penting. "Presiden (Joko Widodo) berpesan, yang paling penting adalah bagaimana implementasi oleh rakyat, untuk rakyat," kata kader Nasdem ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Siti juga membagikan bibit pohon multiguna seperti rambutan, mangga, dan nangka untuk ditanam para siswa dan sekolah. Menteri Siti mengajak agar setiap siswa hingga dewasa menanam setidaknya 25 batang pohon. Selain untuk menjaga agar alam tetap hijau, menanam pohon juga bermanfaat untuk menghasilkan oksigen dan mencegah bencana perubahan iklim.

Sekitar 300 siswa sangat antusias mengikuti acara tersebut. Selain siswa, acara tersebut juga dihadiri perwakilan orangtua. Seorang siswa, Andi Salman Nazafi sempat bertanya tentang apa penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Menteri Siti menjelaskan, karhutla bisa terjadi akibat faktor alam karena gesekan serasah. Namun, karhutla lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia. "Ada yang akibat buang puntung rokok sembarangan, ada juga karena pembakaran untuk membuka ladang dan kebun," katanya.

Menteri Siti menyatakan, pemerintah terus melakukan upaya pemadaman terhadap kejadian karhutla. Pemerintah juga melakukan kontrol ketat pengelolaan lahan untuk mencegah kejadian karhutla. "Petugas Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api terus bekerja di lapangan, BPBD juga aktif. Pemerintah masih waspada hingga pertengahan November," kata Menteri Siti.

Data dari Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah hotspot pada hari ini, Selasa (29/10/2019), berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (tingkat kepercayaan 80%) sebanyak 52 titik. Jumlah ini telah turun jauh dibandingkan pekan lalu yang tercatat lebih dari 600 titik. [ipe]



Komentar

Embed Widget
x