Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 15:08 WIB

NPL Terjaga, Kredit UMKM Bank DKI Melesat 25,2%

Jumat, 1 November 2019 | 06:45 WIB
NPL Terjaga, Kredit UMKM Bank DKI Melesat 25,2%
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah melambatnya pertumbuhan kredit dan peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan nasional, Bank DKI membukukan penyaluran kredit Rp30,9 triliun per September 2019. Diimbangi perbaikan kualitas aset.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/10/2019). Dijelaskan bahwa Bank DKI memilih untuk fokus pada perbaikan kualitas aset.

Dalam rilis kepada media, Jumat (1/11/2019), perbaikan itu ditandai dengan membaiknya rasio kredit bermasalah atau non performing loan dari 3,19% per September 2018 menjadi 2,65% per September 2019. Membaiknya rasio NPL tersebut didorong dengan upaya perbaikan proses kredit untuk memastikan penyaluran kredit dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian.

"Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan pemisahan tugas yang jelas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perkreditan," kata Zainuddin Mappa.

Bank DKI juga mulai menggarap segmen UMKM yang merupakan sektor ekonomi yang prospektif dan aman serta dalam rangka mendukung program kerja Pemprov DKI Jakarta. Per September 2019, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1,4 triliun. Naik 25,2% ketimbang September 2018 sebesar Rp1,1 triliun.

Secara rinci, Zainuddin Mappa menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit UMKM ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit mikro dan usaha kecil. Kredit mikro Bank DKI, mengalami pertumbuhan 32,0% dari Rp663 miliar per September 2018, menjadi Rp875 miliar per September 2019. Sedangkan Kredit Usaha Kecil (KUK) tumbuh 11,5% dari Rp410 miliar per September 2018 menjadi Rp457 per September 2019.

Pertumbuhan kredit tersebut didorong berbagai program percepatan penyaluran kredit UMKM yang telah dan akan terus dilakukan, termasuk ekspansi
jaringan kantor Bank DKI di pasar-pasar DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sampai dengan saat ini, total kantor Bank DKI yang ada di pasar sebanyak 92 kantor layanan dari total 295 Kantor Layanan yang dimiliki Bank DKI.

Dana Pihak Ketiga Bank DKI per September 2019 tercatat sebesar Rp38,7 triliun didorong oleh pertumbuhan Tabungan sebesar 12,0% sebesar Rp8,3 triliun per September 2019 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 7,4 triliun. Per September 2019, total Aset Bank DKI tercatat sebesar Rp50,2 triliun atau meningkat 2,9% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp48,8 triliun.

Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan tersebut telah mendorong pencapaian laba sampai dengan September 2019 sebesar Rp584,3 miliar atau meningkat 3,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 563,0 miliar. [tar]


Komentar

Embed Widget
x