Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 05:35 WIB

Larangan Ekspor Ore Nikel, Luhut Dukung Bos BKPM

Jumat, 1 November 2019 | 10:30 WIB
Larangan Ekspor Ore Nikel, Luhut Dukung Bos BKPM
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghentikan ekspor nikel. Ada indikasi pelanggaran.

"Nickel ore yang sekarang diselundupkan sampai tiga kali lipat lebih banyak daripada seharusnya dan kadarnya lebih tinggi dari kadar 1,7," kata Luhut di Manado, Jumat (1/11/2019).

Menurut Luhut, pemerintah harus turun untuk menghindari hal-hal semacam ini. Itu sebabnya sekarang setiap penanganan atau rapat mengenai proyek-proyek seperti itu, pemerintah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk langsung terlibat.

"Pemerintah ingin KPK memainkan peran strategis. Seperti pada program pemerintah hilirisasi ini, kemudian ada manipulasi besar-besaran ratusan juta dolar, itu kan bisa triliunan rupiah," kata Luhut.

Program hilirisasi yang dilakukan menurut Menko perkembangannya cukup memuaskan, nickel ore sekarang sudah sampai pada carbon steel. "Mudah-mudahan tahun depan sudah masuk pada produksi carbon steel, artinya nilai tambah kedua, sesudah itu masuk pada katoda kemudian kita masuk pada lithium battery, kemudian nanti terus saja masuk pada recycling program, kita recycle baterai-baterai bekas lithium," ujarnya.

Pada masa datang, ketika bisa ekstrak sebanyak 98,5% bahannya bisa digunakan, Indonesia memiliki cadangan nikel paling besar sedunia yaitu 22%. Informasi saja Luhut hadir ke Manado dalam rangka membuka Forum Archipelagic Island States-Startup Business Summit (AIS-SBS) yang berlangsung 30 Oktober-1 November 2019. [tar]

Komentar

x