Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 02:39 WIB

IPOC 2019 di Bali

Wamenlu: Gugat Uni Eropa ke WTO, Wajib Hukumnya

Jumat, 1 November 2019 | 14:40 WIB
Wamenlu: Gugat Uni Eropa ke WTO, Wajib Hukumnya
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait kebijakan energi terbarukan (Renewable Energy Directive/RED II) Uni Eropa yang bernada mendiskreditkan sawit, pemerintah Indonesia akan mengadukannya ke WTO.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar kepada wartawan di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook, Nusa Dua, Bali, Jumat (1/11/2019). "Itu bukan opsi tetapi harus. Kalau tidak, ya buat apa menjadi anggota WTO (World Trade Organization)," papar Mahendra.

Ke depan, kata mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) ini, pemerintah akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan minyak sawit serta memberikan nilai tambah melalui hilirisasi. "Saat ini, serapan pasar dalam negeri untuk minyak sawit sebesar 30%. Lima sampai 10 tahun ke depan, bisa naik menjadi 50%," ungkapnya.

Untuk pasar ekspor, Mahendra menyebut, tidak perlu galau dengan sikap Uni Eropa yang terus memusuhi minyak sawit Indonesia. Ke depan, perlu lebih diintesifkan kerja sama perdagangan dengan China dan Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh). "Kita dorong kerja sama bilateral yang berbasiskan saling menguntungkan," tuturnya.

Terkait isu negatif terhadap industri sawit, menurut Mahendra, adalah masalah serius. Pemerintah bertekad untuk terus memperjuangkan adanya evaluasi terhadap seluruh minyak nabati secara komprehensif.

Ya, Mahendra benar. Mungkin banyak yang tidak sadar bagaimana pengembangan minyak nabati di luar sawit. Misalnya, bagaimana dampak penggunaan pupuk atau zat kimia dalam pengembangan minyak nabati Uni Eropa terhadap lingkungan (air tanah). "Saya dengar banyak protes di sana," ungkapnya. Belum lagi soal land bank. Lahan di dunia akan habis untuk pengembangan minyak nabati di luar sawit," ungkapnya. [ipe]

Komentar

x