Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 17:32 WIB

KESDM: Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 98,86%

Selasa, 5 November 2019 | 02:09 WIB
KESDM: Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 98,86%
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM mencatat, rasio elektrifikasi nasional hingga September 2019, mencapai 98,86%. Atau naik 0,56% ketimbang Desember 2018 sebesar 98,3%.

"Hingga September 2019, rasio elektrifikasi nasional mencapai angka 98,86 persen. Keadilan atau pemerataan diwujudnyatakan dalam rasio elektrifikasi ini," ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana dalam informasi tertulis Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (4/11/2019).

"Selama empat tahun terakhir ini capaian rasio elektrifikasi nasional rata-rata 3 persen per tahun dari rata-rata sebelumnya hanya mencapai 1 persen saja," tambah Direktur Program dan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu.

"Selama empat tahun ini kita bisa mencapai rata-rata 3 persen lebih perkembangannya, kalau dulu 1 persen aja sudah syukur. Yang perlu diperhatikan saat ini adalah masih adanya dua wilayah Indonesia yang capaian rasio elektrifikasinya masih dibawah rata-rata nasional yakni, Provinsi Nusa Tenggara Timur (74%) dan Papua (94%)," imbuh Jisman.

Pemerintah akan terus memacu peningkatakan rasio elektrifikasi di dua wilayah yang masih tertinggal, dari wilayah lainnya yang rata-rata sudah mencapai 99%.

Untuk mencapai target rasio elektrifikasi di akhir 2019, masih sekitar 1.103.859 rumah tangga (RT) yang belum menikmati listrik, dan harus dilistriki. Dari sekitar 1,1 juta RT tersebut, berdasarkan Basis Data Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil verifikasi PT PLN (Persero), sebanyak 710.008 RT merupakan masyarakat tidak mampu. Di mana, jaringan listrik sudah ada di depan rumah mereka, namun tidak dapat membayar sambungan pasang baru karrena ketidakmampuan ekonomi.

Untuk melistriki 710.008 RT tidak mampu tersebut, Kementerian ESDM mencanangkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA untuk masyarakat tidak mampu dari program sinergi BUMN, CSR PT PLN (Persero), APBD yang dianggarkan Pemerintah Daerah, program one man one hope PT PLN (Persero) dan program KESDM Peduli.

Program BPBL mulai memperlihatkan hasil dimana masyarakat tidak mampu tersebut kini telah mendapatkan sambungan listrik dan rasio elektrifikasi nasional perlahan-lahan meningkat dan diperkirakan rasio elektrifikasi sampai akhir 2019 sekitar 99%. [tar]

Komentar

x