Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 17:56 WIB

2026 Pertamina Hentikan Produksi BBM Premium

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 November 2019 | 20:01 WIB
2026 Pertamina Hentikan Produksi BBM Premium
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2026 seluruh kilangnya hanya memproduksi bahan bakar minyak (BBM) Euro IV dan V. Dengan demikian BBM Euro II atau Premium tidak lagi diproduksi.

Hal itu menyusul adanya percepatan pembangunan dan pengembangan enam kilang Pertamina. Dari enam kilang itu dua kilang baru dan empat pengembangan.

Adapun dua kilang baru yakni kilang Bontang dan kilang Tuban melalui program New Grash Root Refinery (NGR). Sementara empat kilang pengembangan adalah Kilang Cilacap, Balikpapan, Dumai, dan Balongan melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP).

"Setelah (kilang) kami jalan semua nggak ada lagi Euro 2, 2026 itu sudah Euro 5. Terakhir (beroperasi) Dumai," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT. Pertamina Ignatius Talullembang di Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut dia, tidak diproduksinya BBM Euro II sesuai dengan peraturan KLHK. Yakni Peraturan Menteri Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang.

"Kan itu sesuai dengan peraturan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," kata Ignatius.

Selain itu, kata dia, selesainya enam proyek ini akan membuat Indonesia mandiri energi. "Pertamina sangat komit dan ingin mempercepat mencapai target kemandirian energi," kata dia.

Sebab, melalui proyek itu, Pertamina akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dari saat ini sekitar 650 ribu barel per hari menjadi sekitar 1,7 juta barel per hari. Selain itu, enam kilang ini juga bisa menghasilkan petrokimia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, pengerjaan proyek tersebut memakan waktu sekitar enam hingga tujuh tahun, dia pun memperkirakan enam kilang akan beroperasi secara bertahap hingga 2026. Dengan begitu, pada 2026 Pertamina tidak lagi memproduksi BBM dengan standar Euro 2.

Komentar

x