Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 18:02 WIB

Antisipasi PLN Menghadapi Musim Hujan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 7 November 2019 | 20:12 WIB
Antisipasi PLN Menghadapi Musim Hujan
General Manager PLN UID Jakarta Raya Muhamad Ikhsan Asaad - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyiapkan sejumlah langkah guna mengantisipasi banjir pada musim hujan di Jakarta akhir Desember sampai awal tahun 2020.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Muhamad Ikhsan Asaad, mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa upaya. Diantaranya, meninggikan 62 instalasi gardu induk, supaya sewaktu banjir tidak terendam.

"Kami sudah melakukan peninggian 61 Gardu Induk. Ini dilakukan agar aset PLN tidak terendam banjir dan rusak, sehingga gardu tetap bisa beroperasi melayani pelanggan," kata Isan di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, setiap tahun PLN Disjaya juga membentuk tim penanggulangan banjir. Tim itu akan mengatasi ganguan listrik akibat bencana banjir di Jakarta. PLN Disjaya juga menyiapkan ruangan untuk pusat komando pemantauan sistem kelistrikan Jakarta.

Disamping itu, imbuhnya, PLN Disjaya juga memiliki pasukan khusus respon cepat yang melayani segala macam keluhan dan gangguan pelanggan.

"Pasukan Layanan Khusus atau disebut dengan Denyasus 123 ini siap siaga 24 jam mengantisipasi pasokan listrik jika terjadi banjir di suatu wilayah," kata dia.

Dia menyebut, pasukan respon cepat 123 memiliki posko yang tersebar disejumlah area, diantaranya PLN Area Cengkareng, Tanjung Priok dan Cempaka Putih. Pasukan tersebut dilengkapi perahu karet, UKB (unit kabel bergerak), UGB (unit gardu bergerak), UDB (unit diesel bergerak) dan crane untuk percepatan pemulihan pasokan listrik.

Tidak hanya itu, PLN Disjaya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Pemprov, pemadam kebakaran, dan kepolisian untuk mengantisipasi banjir.

Langkah antisipasi lainnya yakni meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk menunjang rumah-rumah pompa utama milik Pemprov DKI Jakarta seperti di Cideng, Waduk Pluit, Pasar Ikan, Ancol Barat Martadinata, Lodan, dan Waduk Setiabudi, sehingga pemulihan banjir dan listrik dapat dilaksanakan dengan cepat.

Keandalan pasokan listrik ke rumah pompa telah diperkuat dengan pemasangan automatic change over (ACO) di gardu distribusi terkait. Adapun ACO berfungsi untuk menggantikan pasokan daya secara otomatis jika pasokan utama mengalami gangguan terkena banjir. Perkuatan kedua adalah adanya fasilitas remote yang dioperasikan dari Distribution Control Center (DCC).

"Kami telah memelihara 189 gardu distribusi yang masuk rumah pompa. Itu dilakukan untuk keandalan pasokan rumah-rumah pompa sebagai antisipasi ganda dari PLN untuk mendukung program penanggulangan banjir Pemprov DKI Jakarta, sehingga pemulihan banjir juga dapat cepat diatasi karena stasiun pompa bisa terus beroperasi menyalurkan air," kata dia.

Dia melanjutkan, terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan PLN memadamkan aliran listrik demi keamanan pelanggan yakni apabila wilayah perumahan tergenang air atau gardu milik PLN tergenang air.

PLN Disjaya akan menormalkan listrik kembali apabila instalasi baik dari PLN maupun instalasi rumah pelanggan sudah benar-benar kering dan siap dioperasikan kembali.

"Untuk pelanggan kami minta untuk memastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering, jangan sampai air masih menempel. Jadi setelah air surut tidak serta merta listrik dihidupkan kembali tapi menunggu benar-benar aman untuk dihidupkan," kata dia.[jat]

Komentar

x