Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 17:32 WIB

Aset Asuransi Syariah Tumbuh 6,2%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 8 November 2019 | 06:33 WIB
Aset Asuransi Syariah Tumbuh 6,2%
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Ahmad Syaroni menyatakan pertumbuhan perekonomian syariah yang cukup signifikan di Indonesia.

Salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan demografi dan tren hijrah yang terus berkembang saat ini. Faktor tersebut juga mempengaruhi peningkatan kinerja asuransi syariah.

Hingga September 2019, industri asuransi syariah menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya dengan kenaikan aset sebesar 6,21% yang mencapai Rp 44,4 triliun. Dari sisi kontribusi pun mencatatkan kenaikan sebesar 8,2% atau Rp11,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp10,8 triliun. Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh nilai klaim yang meningkat sebesar 43,64% menjadi Rp7,3 triliun di periode tahun ini.

"AASI akan terus bekerja sama dengan para stakeholders untuk mendorong kinerja asuransi syariah yang kami yakini dapat menjadi pilihan perencanaan keuangan masyarakat Indonesia dan menjawab kemungkinan risiko yang terjadi di masa depan," katanya.

"Dan yang paling penting, selain berinvestasi, asuransi syariah bisa menjadi fasilitas untuk masyarakat saling tolong-menolong karena sesuai dengan prinsip Islam," tambah Syaroni saat ajang penghargaan kepada para tenaga pemasar asuransi syariah terbaik di Indonesia, yakni Sharia Insurance Convention & Award (SICA) 2019.

Ajang yang mengusung tema Sharia Inspiring Future ini diselenggarakan di Ciputra Artpreneur Ciputra World, Jakarta, pada Kamis, 7 November 2019. .

Sementara Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ichsanuddin mengatakan, ajang penghargaan untuk tenaga pemasar asuransi syariah ini menjadi inisiatif yang positif untuk terus membesarkan ekonomi syariah nasional. Presiden Joko Widodo pada periode pemerintahannya kali ini semakin fokus mendorong setiap pemangku kepentingan yang ingin memajukan ekonomi syariah nasional hingga ke tingkat global.

"Saya mengapresiasi setiap langkah yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan untuk menggerakkan perekonomian syariah di Indonesia. AASI telah memulainya dan ini mesti dilanjutkan karena membangun ekonomi syariah tidak cukup satu dua hari, butuh konsistensi dan komitmen yang tinggi dari semua pemangku kepentingan agar menumbuhkan edukasi, literasi, hingga inklusi keuangan syariah di masyarakat," kata Ichsanuddin.

Komentar

Embed Widget
x