Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 18:45 WIB

BI: Defisit Neraca Pembayaran Kuartal III Turun

Jumat, 8 November 2019 | 18:01 WIB
BI: Defisit Neraca Pembayaran Kuartal III Turun
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia mencatat defisit Neraca Pembayaran Indonesia di kuartal III-2019, menurun menjadi US$46 juta ketimbang kuartal II-2019 yang mencapai US$2 miliar.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo di Jakarta, Jumat (8/11/2019), mengatakan penurunan defisit NPI tersebut menunjukkan penguatan ketahanan ekonomi eksternal Indonesia. Defisit NPI yang membaik disebabkan menurunnya defisit transaksi berjalan serta bertambahnya surplus transaksi modal dan finansia imbas meredanya tekanan ekonomi eksternal bagi Indonesia.

Dody memandang, investor global merespon sinyalemen positif dari perbaikan ekonomi Indonesia, antara lain dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 sebesar 5,02%, dan cadangan devisa meningkat menjadi US$126 miliar hingga bulan kesepuluh tahun ini.

"Satu hal saya sampaikan, investor sangat positif liat Indonesia. Mereka melihat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 sebesar 5,02 persen, itu di atas perkiraan pasar, itu memberi 'tone' (warna) positif," ujar dia.

Berdasarkan statistik NPI, cadangan devisa per Oktober 2019 meningkat menjadi US$126 miliar dibanding akhir September 2019 mencapai US$124,3 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor, atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Sedangkan, surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal III-2019 tercatat US$7,6 miliar, atau lebih tinggi ketimbang surplus kuartal II- 2019 yang mencapai US$6,5 miliar.

Dody mengatakan, bertambahnya surplus transaksi modal dan finansial karena derasnya investasi portofolio. Sejak awal tahun hingga pekan ini, atau awal November 2019, modal asing masuk tercatat Rp226,7 triliun.

Peningkatan surplus juga disebabkan oleh menurunnya defisit investasi lainnya yang dipengaruhi oleh lebih tingginya penarikan neto pinjaman luar negeri sektor swasta dan lebih rendahnya pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah.

Sedangkan, defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III 2019 tercatat sebesar US$7,7 miliar, atau 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Lubang defisit ini lebih rendah dibandingkan kuartal II-2019 sebesar US$8,2 miliar, atau 2,9% dari PDB.

"Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil," kata Dody.[tar]

Komentar

Embed Widget
x