Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 09:37 WIB

PLN Beri Insentif ke Electric Jakarta Marathon

Senin, 11 November 2019 | 14:39 WIB
PLN Beri Insentif ke Electric Jakarta Marathon
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PLN memotivasi para pelari di Indonesia dan di dunia melalui penyelenggaraan Electric Jakarta Marathon 2019, sudah terselenggara pada 27 Oktober 2019.

Ini sebagai wujud nyata dalam mendorong produktifitas masyarakat Indonesia pada umumnya, dan menjadikan olahraga lari sebagai tahapan memacu semangat dalam berkarya untuk maju bergerak bersama.

Melihat pencapaian hasil penyelenggaraaan Electric Jakarta Marathon 2019 yang tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, baik dari operasional lintasan lari, catatan waktu yang lebih baik, animo para pelari yang secara umum lebih antusias, serta pemberitaan yang variatif dan mengisi berbagai platform media, memperlihatkan performa penyelenggaraan tahun ini yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Pemberian insentif kepada para pemenang Electric Jakarta Marathon 2019, tidak saja membuktikan komitmen PLN dalam mendukung energi optimisme sebagai bagian dari gerakan sosial bersama, tetapi juga secara konkret, kami ingin menegaskan, kami yang terdepan sebagai influencer energy, bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Plt. Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani dalam kesempatan pemberian insentif di Jakarta, Minggu (10/11),

Dia mengatakan, pihaknya akan memenuhi harapan Presiden RI Bapak Joko Widodo, agar BUMN juga mampu menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan SDM unggul berkualitas dan juga sehat.

"Ke depannya kami akan buat program yang diharapkan menjadikan salah satu olahraga cabang atletik ini, sebagai bagian dari kebersamaan kami," ucap Inten, di tengah acara "Family Fun Day Keluarga Besar PLN," sebagai rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta, Minggu (10/11).

Dalam kesempatan sama, Ndang Mawardi, selaku CEO Inspiro mengemukakan, pelaksanaan Electric Jakarta Marathon 2019 yang merupakan penyelenggaraan ke-7 tahun ini mencetak sejumlah pencapaian.

Pencapaian itu seperti meningkatnya jumlah peserta yang tadinya ditargetkan mencapai 15.000 orang, ternyata melampaui target yaitu 16.500 peserta, dan jumlah ini sudah lebih tinggi dari kepesertaan tahun lalu yang mencapai 12.500 orang.

"Demikian juga dengan jumlah peserta dari mancanegara yang tahun lalu mencapai 1.078 peserta asing yang berasal dari 38 negara, tahun ini melonjak menjadi 1.434 peserta asing dari 45 negara," jelas Ndang.

Dalam hal catatan waktu yang dicetak para pemenang, di tahun ini juga lebih baik dibanding tahun yang lalu, di mana pada kategori Full Marathon (42,195 km) tahun ini dicapai dalam waktu 2 jam 14 menit, lebih baik dari catatan waktu tahun sebelumnya pada kategori yang sama, yakni 2 jam 17 menit.

Demikian pula dengan publikasi penyelenggaraan Electric Jakarta Marathon 2019 ini ternyata berlangsung secara lebih luas dengan cakupan media cetak dan online (digital) yang lebih besar.

Ada lima kategori nomor lari yang dilombakan yakni Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), 10K (10 km), 5K (5 km), dan Maratoonz (1 km) untuk anak-anak usia 5 10 tahun.

Atas dasar itu, di tahun ini PLN memberikan insentif bagi para pemenang Electric Jakarta Marathon 2019. Melalui kegiatan internasional ini para peserta menikmati keindahan berbagai landmark ikonik bangunan di Jakarta antara lain Kawasan Kota Tua, Fatahillah Square, Museum Bank Indonesia, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Jembatan Semanggi, dan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk melintasi kemegahan gedunggedung pencakar langit Jakarta.

Insentif diberikan kepada 50 pemenang yang ada di berbagai kategori di atas. Sebagai perwakilan pemenang, secara simbolis, insentif akan diberikan kepada perwakilan pemenang asing yakni kepada juara I Full Marathon Male, Geoffrey Kiprotich Brigen dari Kenya, perwakilan pemenang kategori Full Marathon juara I Indonesia Male, Hamdan Syafril Sayuti.

Di luar dua kategori tersebut, ada penghargaan yang secara khusus diberikan kepada seorang pelari marathon kategori Full Marathon, yang sudah 7 kali mengikuti Jakarta Marathon, Kolonel Purnawirawan Surachman Cadaka (76 tahun), asal Bandung. Pelari marathon yang juga sudah berpengalaman mengikuti kejuaraan marathon di berbagai even di dunia ini, selalu dikawal oleh istrinya, yang juga pelari marathon Neni Rusmini.

Komentar

Embed Widget
x