Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 03:45 WIB

Langkah Jokowi Tekan Defisit Perdagangan

Senin, 11 November 2019 | 18:45 WIB
Langkah Jokowi Tekan Defisit Perdagangan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sektor pariwisata dikembangkan bersamaan dengan upaya menggenjot ekspor untuk memperkuat neraca perdagangan.

Jokowi mengatakan fokus pemerintah ke depan adalah bagaimana untuk bisa menekan sekecil mungkin dan mengurangi sedikit mungkin angka defisit yang ada.

"Dan pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan kita, menggenjot ekspor, dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa," kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan tema penguatan neraca perdagangan di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dalam menekan defisit Presiden mengingatkan agar para menteri berkonsentrasi pada langkah-langkah terobosan dalam mengurangi angka impor.

"Baik impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar, oleh sebab itu pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus kita tingkatkan," kata Jokowi.

Termasuk, lanjut dia, di dalamnya adalah mengolah energi baru terbarukan seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30 lalu B100 sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Menurut Jokowi, investasi yang dilakukan di sektor industri substitusi impor juga harus terus dibuka lebar sehingga barang-barang substitusi impor ini bisa mengganti produk-produk impor.

"Termasuk pengembangan industri pengolahan yang ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan juga diekspor, bisa kita produksi di dalam negeri," kata Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga ingin mengingatkan mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada proyek-proyek pemerintah.

"Ini mungkin sudah beberapa bulan tidak kita singgung, tapi sekali lagi optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan pada proyek-proyek pemerintah," ujar Jokowi.

Di samping itu terkait dengan peningkatan ekspor Presiden meminta agar penyelesaian perjanjian perdagangan segera dituntaskan terutama dengan negara-negara potensial yang menjadi tujuan ekspor.

"Yang kedua juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar non-tradisional yang selama ini belum kita perhatikan, terutama di Afrika, Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik," kata Jokowi.[tar]

Komentar

Embed Widget
x