Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:54 WIB

Pertamina Eksplorasi Besar-besaran

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 12 November 2019 | 15:04 WIB
Pertamina Eksplorasi Besar-besaran
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Neraca dagang Indonesia beberapa waktu belakang ini selalu mengalami defisit. Bidang kerok itu semua karena impor minyak dan gas bumi (Migas) lebih besar dari ekspor.

Kejadian ini membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara. Dia meminta Pertamina melakukan eksplorasi secara besar-besaran. Selain untuk menambal defisit, eksplorasi besar-besaran supaya Pertamina tidak menjadi pemain kelas kecil. Melainkan menjadi pemain kelas besar.

Pertamina tidak menutup mata dan telinga atas instruksi itu. Nah, guna memenuhinya, pertamina lewat anak usaha, Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan pencarian potensi minyak dan gas bumi (migas) di laut yang dikerjakan oleh PT Elnusa.

Pencarian itu dilakukan melalui survei seismik 2D, sepanjang 30 ribu Kilo meter (Km) dari Bangka sampai Papua. Nah survei ini bahkan menjadi terbesar se Asia Pasifik dan Australia.

"Pemerintah terus berupaya mempercepat penemuan cadangan migas dan meningkatkan produksi. Kami mendorong peningkatan eksplorasi, baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka yang bertujuan untuk menemukan potensi cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini belum tersentuh," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, survei seismik itu merupakan pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) kontrak bagihasi gross split wilayah Kerja Jami Merang yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE).

"Pertamina memalui kontrak bagi hasil gross split Jami Merang telah melaksanakan KKP kegiataan eksplorasi di wilayah terbuka, salah satu survei sesmik laut 2D dengan mengunakan teknologi terkini," kata Dharmawan.

Adapun investasi dari KKP di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun 2019 senilai US$ 20,46 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi KKP Jambi Merang hingga tahun 2024 adalah sebesar US$239,3 juta untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

Nah, khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP sudah dialokasikan sebesar US$196,5 juta untuk meningkatkan penemuan cadangan. "Harapannya, Pertamina dapat terus mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional," kata dia.

Sementara Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, survei seismik 2D lepas pantai ini merupakan aktivitas eksplorasi terbesar selama satu dekade terakhir. Karena melewati perairan Bangka hingga Seram.

"Selain itu, seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa," kata dia.

Adapun lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area - Makassar Strait dan Buton Offshore.

Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.

"Kita semua optimis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional," kata Dwi.[jat]

Komentar

x