Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 17:34 WIB

Raih Swasembada Pangan Kembali, Rizal Sarankan Ini

Selasa, 12 November 2019 | 18:01 WIB
Raih Swasembada Pangan Kembali, Rizal Sarankan Ini
Ekonom senior Rizal Ramli - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengembang tugas berat. Kemandirian pangan di era Orde Baru (Orba), diharapkan mampu diraih kembali.

Beberapa waktu lalu, ekonom senior Rizal Ramli memaparkan tantangan berat di sektor pangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah semakin sempitnya lahan pertanian.

Suka atau tidak, Indonesia pernah menyandang predikat sebagai importir beras di era Soeharto. Kini, status tersebut harus diraih lagi. Caranya, Rizal mengusulkan adanya riset yang komprehensif guna meraih swasemba pangan. "Perlu riset untuk menghasilkan berbagai inovasi," kata mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja ini.

Pada 1984, kata Bang RR, sapaan akrabnya, Indonesia mampu menggelontorkan bantuan beras secara sukarela sebanyak 100.000 ton gabah kepada petani miskin di dunia.

Kala itu, petani Indonesia yang berinisiatif dengan meminta Soeharto menyerahkan gabah tersebut kepada Badan Pangan Dunia atau Food and Agricultural Organization (FAO). Selanjutnya, bantuan tersebut didistribusikan ke keluarga miskin di berbagai belahan dunia, utamanya Afrika.

Padahal, kenang mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini, Indonesia bukanlah negara swasembada pangan. Tercatat, impor beras Indonesia cukup jumbo juga. Yakni di kisaran 2 juta ton per tahun.

Setelah melakukan berbagai inovasi, lanjut aktivis 1955 ini, Indonesia mulai berjaya di sektor perberasan. Alhasil, Indonesia pernah mengimpor beras ke Vietnam yang tengah mengalami kesulitan.

Selain menggelorakan riset di sektor pertanian, dirinya juga menyarankan agar pemerintahan Jokowi lebih serius dalam menjaga stabilitas harga. Perum Bulog perlru lebih berperan aktif dalam mengatur stok demi mengurangi impor.

"Selain itu, menteri pertanian perlu menyusun masterplan pembukaan lahan sawah baru. Fokuskan di tiga wilayah, misalnya Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua," ujar mantan Kepala Bulog era Gus Dur ini.

Kata dia, ketiga wilayah tersebut mirim-mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang lahannya sangat subur. Kalau berhasil membangun lahan sawah anyar seluas 1 atau 2 juta hektar saja, persediaan beras di tanah air tidak akan ada masalah. "Swasembada pangan sudah di tangan," pungkasnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x