Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 04:20 WIB

Ditawari Kursi Direksi BUMN, Uenak Tenan Jadi Ahok

Rabu, 13 November 2019 | 13:15 WIB
Ditawari Kursi Direksi BUMN, Uenak Tenan Jadi Ahok
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sempat terseret perkara penistaan agama, diinformasikan bakal menduduki posisi penting di BUMN. Keputusannya bisa bulan ini atau paling telat Desember. Uenak tenan ya...

"Mungkin nanti Desember, atau November saya tidak tahu, mungkin tanya ke Pak Menteri (Erick Thohir)," ujar Ahok ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Saat ini, setidaknya terdapat empat BUMN masih diisi oleh pelaksana tugas (plt), yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Perusahaan Listrik Negara (Tbk), dan PT Inalum.

Ahok datang ke kantor Kementerian BUMN sekitar pukul 09.38 WIB. Ia diundang oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membicarakan mengenai pengelolaan BUMN ke depan. Ahok meninggalkan kantor Kementerian BUMN pukul 10.50 WIB.

Dalam pertemuannya dengan Menteri BUMN sekitar satu setengah jam itu, Ahok mengaku siap untuk dilibatkan mengelola di salah satu BUMN. Namun ia belum berkenan untuk mengemukakan lebih jauh terkait posisinya nanti. "Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," tegas Ahok.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga BUMN yaitu Bank Mandiri, BTN dan Inalum.

"Kemarin kan saya sudah sampaikan ada TPA yang menentukan posisi direksi BUMN, yang sudah diputuskan untuk Bank Mandiri dan BTN, hari ini kita ajukan Inalum, nanti tunggu keputusannya mungkin satu dua hari," kata Erick.

Presiden Jokowi melalui sidang Tim Penilai Akhir (TPA) akan menentukan sejumlah direktur utama (dirut) perusahaan BUMN yang saat ini tengah lowong, setelah terjadi penunjukan beberapa dirut BUMN yang masuk Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. [tar]

Komentar

Embed Widget
x