Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 03:24 WIB

Jasa Raharja Lakukan Transformasi Manajemen Risiko

Rabu, 13 November 2019 | 21:31 WIB
Jasa Raharja Lakukan Transformasi Manajemen Risiko
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pada hari ini diselenggarakan kegiatan Media Gathering dengan Tema "Transformasi Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja" yang disampaikan langsung oleh Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Bp. M. Wahyu Wibowo.

Jasa Raharja merupakan Badan Usaha Milik Negara yang diamanahkan untuk menyelenggarakan Perlindungan Dasar sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan Santunan bagi Korban Kecelakaan alat angkutan umum Darat, Laut dan Udara dan korban kecelakaan lalu lintas jalan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar.

Jasa Raharja melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai penunjang atau role support dalam proses bisnis senantiasa mendukung segala operasional perusahaan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan beberapa dukungan inovasi digital yang dihadirkan secara berkesinambungan dan kontinyu terbukti telah meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses bisnis perusahaan bahkan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.

Sampai dengan saat ini, Jasa Raharja mempunyai 1 kantor pusat, 29 kantor cabang, 62 kantor perwakilan, 65 kantor KPJR dan 1285 samsat yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Setiap harinya rata-rata klaim adalah sebesar 518 klaim per hari, rata-rata kendaraan sebanyak 263.098 kendaraan per hari, rata-rata SWDKLLJ 260.397 kendaraan per hari, rata-rata Iuran Wajib 2.701 kendaraan per hari.

Selain itu, saat ini Jasa Raharja telah menjalin kerja sama dengan Gojek dengan ditandai telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman atau MoU dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sehingga semua penumpang Go-Car saat ini telah terjamin juga oleh Jasa Raharja. Kedepannya Jasa Raharja juga akan menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi online lainnya yaitu Grab agar semua penumpang Grab-Car juga dapat terjamin ketika melakukan perjalanan.

Transformasi digital yang dilakukan oleh Jasa Raharja mempunyai tujuan untuk melakukan optimalisasi bisnis proses, interaksi dengan ekosistem serta menciptakan bisnis model atau platform baru, beberapa komponen diantaranya adalah sebagai berikut :

Leadership transformation, yaitu perubahan gaya kepemimpinan sesuai dengan pemanfaatan transformasi digital untuk pengembangan, inovasi produk dan kegiatan operasional yang dapat meningkatkan pendapatan serta kemampuan berkomunikasi untuk mendekatkan diri kepada pegawai internal, masyarakat eksternal dan mitra kerja, dengan ditangai IT strategy, innovation strategies, strategic architecture, dan service transformation di Jasa Raharja Omni-Experience Transformation, yaitu melakukan transformasi dengan mengedepankan customer experience dan pilihan multiple channel dengan inovasi SIAP Mobile, digital resi, mobile service application, social media monitoring, serta aplikasi JRku yang baru saja diluncurkan oleh Jasa Raharja.

Information Transformation, yaitu fokus untuk pengembangan dan pengolahan nilai-nilai yang diperoleh dari informasi yang terkait dengan pengalaman dan data sebagai asset utama perusahaan, dibuktikan dengan pengembangan chatbot (chat with robot), enterprise architecture serta big data analytics.

Operating Model Transformation, yaitu kemampuan untuk menjadikan kegiatan operasional menjadi lebih responsif dan efektif dengan memanfaatkan produk atau layanan, asset, human capital, dan mitra yang terhubung secara digital dengan dibuktikan business process management, agile development, dan cloud strategies.

Worksource Transformation, yaitu optimalisasi produktivitas dan fleksibilitas pegawai dengan memanfaatkan interaksi dan kolaborasi digital perusahaan dengan vendor sourcing and management, human capital management, outsourcing services, dan IT organizational development.

Saat ini Jasa Raharja telah memiliki aplikasi yang bernama JRku, layanan digital Jasa Raharja untuk masyarakat Indonesia untuk dapat mengajukan santunan secara online, pembayaran IWKBU (khusus Pemilik Otobus), cek masa berlaku SWDKLLJ dan masih banyak lainnya.

Dengan aplikasi ini telah diluncurkan pada awal Mei 2019 lalu di Lounge Cafe Kementrian BUMN dan telah diunduh oleh lebih dari 5.000+ pengguna di Google Play Store dan Apple App Store. Aplikasi JRku mempunyai tujuan untuk memudahkan masyarakat dengan membungkus semua layanan dalam satu genggaman dengan beberapa fitur unggulan diantaranya adalah sebagai berikut :

Pengajuan santunan online, dimana dengan JRku maka masyarakat dapat mengajukan santunan secara online melalui smartphone dimana saja dan kapan saja, serta dapat melakukan tracking sampai dimana pengajuan diproses dan melihat riwayat pengajuan yang telah dilakukan.

Fitur SWDKLLJ dan melihat masa berlakunya, dimana masyarakat dapat menambahkan kendaraan pribadinya di JRku serta akan mendapatkan notifikasi pengingat ketika masa berlaku akan habis. Pengguna akan diingatkan 1 bulan sebelumnya, seminggu sebelumnya, sehari sebelumnya, dan seterusnya bahkan setelah lewat dari masa berlaku sampai masyarakat membayar.

Informasi kecelakaan lalu lintas, yaitu fitur pelaporan masyarakat ketika melihat kecelakaan langsung di jalan. Masyarakat dapat berpartisipasi dan berkontribusi dengan melaporkannya via JRku dengan menyertakan foto kecelakaan dan secara otomatis posisi koordinatnya akan terekam secara akurat ke Jasa Raharja.

Safe my trip, yaitu fitur pencatatan perjalanan dengan data lokasi rawan kecelakaan sehingga ketika masyarakat mendekati lokasi rawan kecelakaan dapat lebih berhati-hati dan melakukan antisipasi lainnya. Selain itu, dengan mencatatkan perjalanan melalui angkutan umum, masyarakat dapat mengetahui apakah kendaraan yang dinaiki telah melunasi kewajiban Iuran Wajib-nya sehingga akan tercipta rasa aman karena telah terlindungi oleh Jasa Raharja.

Bayar tagihan, dengan menggunakan cobranding Finpay Money dari Finnet anak perusahaan Telkom sehingga masyarakat dapat melakukan pembelian pulsa, pembayaran telepon/internet, BPJS Kesehatan dan bahkan juga melakukan pembayaran Samolnas (Samsat Online Nasional) langsung dari aplikasi JRku Transfer saldo, yaitu fitur untuk transfer uang antar sesama pengguna JRku, masih menggunakan fitur yang disediakan oleh Finpay Money dari Finnet sebagai bagian dari kerjasama co-branding.

Pembayaran IWKBU, yaitu fitur untuk Perusahaan Otobus (PO) untuk melakukan kewajiban pembayaran IWKBU kendaraan umum mereka secara online, dengan beberapa pilihan channel pembayaran. Saat ini tersedia pilihan channel pembayaran Bank BRI, namun dalam waktu dekat akan segera dirilis channel pembayaran Bank BNI serta rencana integrasi LinkAja ke depan ditambah dengan dukungan external payment gateway sehingga akan lebih kaya channel sampai dengan melalui bank swasta, minimarket, kartu kredit, dan uang digital yang lain.

Di era digital saat ini, transformasi menjadi peluang dan tantangan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis usahanya serta mempertahankan eksistensi perusahaan. Transformasi dalam organisasi tentunya membutuhkan strategi yang komprehensif, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan dukungan teknologi untuk merealisasikan transformasi tersebut.

Jasa Raharja senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan upaya tersebut juga didukung dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga Jasa Raharja tetap dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat.

Keberhasilan dalam proses transformasi yang telah dilakukan oleh Jasa Raharja saat ini antara lain:
Digitalisasi Layanan: Penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan percepatan pelayanan dan kemudahan informasi.
Inovasi Cashless Payment: Implementasi fund transfer, cash card dan pembayaran santunan online beda Bank.
Digitalisasi Pendapatan: Integrasi transaksi Sumbangan Wajib di Samsat dan kolaborasi dengan angkutan daring.
Asset Commercialization: Pemanfaatan aset perusahaan untuk komersial.

Proses transformasi Jasa Raharja telah dilakukan sejak tahun 1965 sampai dengan saat ini. Berikut adalah perjalanan transformasi Jasa Raharja :
Tahun 1965: Awal mula Jasa Raharja ditugaskan untuk mengemban amanah Undang-Undang Nomor 33 tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 1964.
Tahun 1974: Atas inisiatif Jasa Raharja dan Kepolisian RI, Samsat didirikan untuk memudahkan proses perpanjangan STNK kendaraan bermotor.
Tahun 1978: Jasa Raharja menjalankan usaha Surety Bond dan Asuransi Aneka
Tahun 1994: Dalam rangka mematuhi Undang-Undang Nomor 2 tahun 1992, Surety Bond dan Asuransi Aneka dikelola anak perusahaan sekaligus menandai berdirinya Jasaraharja Putera.
Tahun 2007: Program Mudik Gratis pertama kali diselenggarakan dimana Jasa Raharja menjadi penyelenggara Mudik Gratis terbesar di Indonesia.
Tahun 2008: Manajemen Risiko diterapkan pertama kali sebagai elemen penting dari penerapan Good Corporate Governance. Pada tahun yang sama Kantor Pelayanan Jasa Raharja pertama kali dibuka dan beroperasi.
Tahun 2013: Jasa Raharja sebagai penjamin pertama (first payer) korban kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut semakin menguatkan eksistensi dan kredibilitas perusahaan di mata Stakeholders.

Tahun 2014-2017: Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Jasa Raharja (LSP JR) sebagai upaya penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia. Pada tahun yang sama juga ditandatanganinya MoU dengan Dukcapil, Polri dan Penyelenggara SJSN dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Penyerahan santunan pada tahun ini juga dapat dilakukan secara overbooking kepada Rumah Sakit sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya apabila menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Tahun 2017 juga menjadi tahun yang bersejarah bagi Jasa Raharja, karena pada tahun tersebut Jasa Raharja menaikkan jumlah santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas sebesar 100% dari nilai awal dan memberikan manfaat tambahan. Hal tersebut tanpa disertai kenaikan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan Iuran Wajib sebagai wujud kemampuan perusahaan menjaga likuiditasnya.

Tahun 2018: Jasa Raharja merilis buku tentang transformasi perusahaan dalam melayani masyarakat yang berjudul "Service Transfomation"

Tahun 2019: Jasa Raharja mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan pada smartphone. Aplikasi tersebut bernama JRku. Fitur yang terdapat pada JRku antara lain adalah masyarakat dapat melaporkan kejadian kecelakaan lalu lintas apabila melihat kejadian tersebut, pengajuan santunan secara online, melakukan pemeriksaan masa berlaku SWDKLLJ dan IWKBU serta Safe My Trip.

Transformasi yang dilakukan oleh Jasa Raharja juga diakui oleh pihak penilai eksternal, terbukti Jasa Raharja mendapatkan penghargaan dan menjadi partner dalam benchmarking antara lain:

Bidang Teknologi Informasi:
1. Top Asuransi Bidang Layanan Berbasis IT
2. Top Leader on IT Leadership 2017 dan 2018
3. Top IT Implementation on Mandatory Insurance Sector 2017 dan 2018
4. Top Digital Transformation Readiness 2017 dan 2018

Bidang Governance, Risk Management and Compliance :
1. TOP GRC 2019
2. Winner Kategori GRC Award
3. Pemenang ASEAN GRC Award 2018
4. Peringkat ke-1, Kategori BUMN Asuransi dalam Indonesia ERM Award II 2018

Benchmark dari Instansi/Perusahaan Lain
1. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
2. Kementerian Keuangan
3. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
4. PT Jiwasraya
5. Perum Jamkrindo
6. PT PJB Services
7. BPJS Kesehatan

Dalam rangka mendukung terwujudnya transformasi perusahaan, Jasa Raharja telah menerapkan pengelolaan manajemen risiko yang berpedoman pada ISO 31000:2018. Masih dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, Jasa Raharja juga menerapkan three lines of defense yang terdiri dari Risk Taking Unit sebagai first line yaitu Unit Kerja yang memiliki risiko (Risk Owner) dalam proses bisnis yang dilakukan.

Divisi Manajemen Risiko dan Transformasi Perusahaan sebagai second line yaitu bertugas untuk memastikan bahwa prinsip, kerangka kerja dan proses manajemen risiko sesuai dengan panduan yang berlaku dan Satuan Pengawasan Intern (SPI) sebagai third line yang memiliki fungsi assurance yaitu untuk memastikan first line dan second line melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan kriteria serta memberikan feedback untuk improvisasi organisasi.

Penerapan manajemen risiko pada Jasa Raharja diukur dengan Maturitas pengelolaan manajemen risiko yang dapat diukur dengan pencapaian yang telah dilakukan oleh Jasa Raharja, antara lain:
Penilaian maturitas pengelolaan manajemen risiko Jasa Raharja tahun 2018 mencapai nilai 3,97 dengan predikat Manageable.
Hasil asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN (KPKU BUMN) tahun 2018 mencapai nilai 625 dengan band Emerging Industry Leader.
Jasa Raharja juga melakukan asesmen terhadap penerapan Good Corporate Governance. Hasil penilaian asesmen GCG untuk periode 2018 adalah 96,22 dengan predikat Sangat Memuaskan.

Sumber daya manusia yang kompeten juga menjadi salah satu cara untuk merealisasikan tercapainya tujuan transformasi organisasi. Jasa Raharja saat ini telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1. Lembaga tersebut bertugas memberikan sertifikasi kompetensi kepada pegawai Jasa Raharja berdasarkan lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Badan yang memiliki otoritas sertifikasi nasional di Indonesia.

Lembaga Sertifikasi Profesi Jasa Raharja (LSP JR) saat ini memiliki dua bidang yaitu Bidang Pelayanan dan Bidang Manajemen Risiko. LSP JR Bidang Manajemen Risiko dibentuk untuk memberikan manfaat sebagai berikut:

Menciptakan budaya "Risk is everybody business"
Menjadi standarisasi seluruh Pegawai dalam mengelola risiko
Menjaga brand image perusahaan dan memperkuat posisi perusahaan
Meyakinkan stakeholders bahwa perusahaan telah memiliki tenaga yang kompeten dalam mengelola risiko.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
Meningkatkan Risk Maturity Level

Sampai dengan tahun 2019, pegawai yang telah disertifikasi dan dinyatakan kompeten oleh LSP JR berjumlah 94 (sembilan puluh empat) pegawai yang terdiri dari Kepala Divisi, Kepala Cabang, Kepala Perwakilan dan Risk Officer. [adv]

Komentar

Embed Widget
x