Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 10:26 WIB

Diguyur 50 Juta Euro, Indosurya Salurkan Ke UKM

Jumat, 15 November 2019 | 18:54 WIB
Diguyur 50 Juta Euro, Indosurya Salurkan Ke UKM
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) menerima kredit pendanaan senilai 50 juta Euro, setara Rp775,5 miliar dari dua Institusi Keuangan Internasional kakap yakni Proparco (Perancis) dan FMO (Belanda).

Dana tersebut, menurut Henry Surya, CEO Indosurya Finance akan dimanfaatkan untuk membiayai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, melalui Kredit Modal Kerja, produk pembiayaan UKM yang dimiliki oleh Indosurya Finance.

Di tengah kesulitan likuiditas di berbagai perusahaan pembiayaan di Indonesia, Indosurya Finance tetap dipercaya sehingga mendapatkan kucuran dana 50 juta Euro untuk sektor pembiayaan UKM. "Ini merupakan kali pertama Indosurya Finance menerima kredit pendanaan dari kedua Institusi Keuangan Internasional tersebut," paparnya di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Melalui fasilitas kredit kepada Indosurya Finance, Proparco dan FMO semakin menegaskan komitmen mereka dalam membantu akses UKM terhadap layanan keuangan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Di mana, sektor UKM saat ini menjadi salah satu tulang punggung perekenomian Indonesia dengan kontribusi sebesar 57% terhadap PDB negara.

Pinjaman dana ini diperkirakan dapat memberi dukungan terhadap sekitar 400 UKM yang akan dibantu pembiayaannya melalui Indosurya Finance. Dan, Proparco bertindak sebagai lead arranger dalam proses pinjaman sindikasi untuk 5 tahun ini dengan meminjamkan dana sebesar 30 juta Euro, sedangkan FMO memberikan pinjaman sebesar 20 juta Euro.

Kedua Institusi Keuangan Internasional besar asal Eropa tersebut merupakan anggota dari European Development Finance Institutions (EDFI). Proparco merupakan anak perusahaan dari Agence Franaise de Dveloppement (AFD) yang didirikan sejak 1977 khusus untuk melayani sektor swasta dan pembangunan berkesinambungan.

Informasi saja, FMO merupakan bank pembangunan Belanda yang didirikan pada 1970 untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta yang berkelanjutan dalam mengembangkan dan mengembangkan pasar dengan berinvestasi dalam bisnis, proyek dan lembaga keuangan.

Indosurya Finance sendiri merupakan perusahaan multifinance pertama di Indonesia yang berfokus menyediakan fasilitas pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah sebagai wujud komitmen mereka untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang merata bagi masyarakat Indonesia, terutama di sektor UKM.

"Indosurya Finance terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas, serta terus berupaya menjaga kepercayaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen baik perorangan maupun badan usaha," papar Henry.

"Target kami untuk penyaluran pembiayaan bagi para pengusaha UKM di Indonesia melalui fasilitas kredit ini harus tercapai dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun," imbuh Henry. [tar]

Komentar

Embed Widget
x