Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 09:30 WIB

Best Bank Award 2019

Tahun Depan, Tantangan Perbankan Makin Besar

Jumat, 15 November 2019 | 21:50 WIB
Tahun Depan, Tantangan Perbankan Makin Besar
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di tegah ketidakpastian perekonomian global, sektor perbankan di tanah air masih bisa bertahan alias survive. Bahkan banyak bank yang berprestasi. Tahun depan bagaimana?

Fadel Muhammad, Founder & Prescom Warta Ekonomi, mengaku masih optimis dengan bisnis perbankan di tanah air. Apalagi, jumlah kelas menengah di Indonesia bakal melonjak signifikan di tahun depan. "Diperkirakan, pada 2020, Indonesia memiliki 80 juta kelas menengah. Ini hampir 3,5 kali penduduk Malaysia. Artinya daya beli tinggi dengan teknologi yang ada. Maka itu kebijakan keuangan ke depan membutuhkan inovasi-inovasi," kata Fadel saat membuka penganugerahan Best Bank Award 2019 di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kata Wakil Ketua MPR ini, di tengah kondisi makro yang rentan bergejolak (volatility), penuh ketidakpastian (uncertainty), kompleks (complexity), serta ambigu (ambiguity), kesehatan bank semakin mendapatkan perhatian yang serius. Agar risiko dampak sistemik bisa ditekan seminimal mungkin. "Berangkat dari situ, Warta Ekonomi kembali menggelar Best Bank Award, berdasarkan berbagai kajian serta riset," ungkapnya.

"Perkembangan teknologi digital mempengaruhi dunia perbankan kita. Perekonomian dunia saat ini tidak bisa hindari apa yang terjadi dengan dua negara besar AS-China perang dagang mempengaruhi ekonomi global," lanjutnya.

Tahun ini, Warta Ekonomi kembali memberikan penghargaan kepada sejumlah bank berprestasi. Penilaian dilakukan melalui pendekatan Risk-Based Bank Rating (RBBR) yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Selain itu, tim peneliti menambahkan variabel lain, yakni kinerja intermediasi.

Untuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 pemenangnya ada delapan. Lima diantaranya adalah Bank Amar (Sehat), Bank FAMA Internasional (Sehat), PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Bank (Sehat), PT Prima Master Bank (Sehat), PT BPD Sulawesi Tenggar (Sehat).

Untuk kategori BUKU 2, ada 37 bank. Lima diantaranya adalah PT BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sangat Sehat), PT BPD Kalimantan Tengah (Sehat), PT Bank OKE Indonesia (Sehat), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (Sehat), PT Bank Jasa Jakarta (Sehat).

Untuk kategori BUKU 3, terdapat 16 bank. Lima diantaranya adalah PT Bank ANZ Indonesia (Sehat), PT BPD Jawa Timur Tbk (Sehat), PT Bank DBS Indonesia (Sehat), PT Bank OCBC NISP Tbk (Sangat Sehat), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (Sangat Sehat).

Untuk kategori BUKU 4 ada tujuh bank diantaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk(Sehat), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Sehat), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Sangat Sehat), PT Bank Central Asia Tbk (Sangat Sehat), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Sehat).

Kategori BUKU 1 Syariah, terdapat tiga bank yakni PT Bank Victoria Syariah (Sehat), PT Bank Syariah Bukopin Bank (Sehat), PT Bank Jabar Banten Syariah (Sehat). Kategori BUKU 2 dan 3 Syariah, terdapat tujuh bank. Diantaranya adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (Sehat), PT Bank BCA Syariah (Sehat), PT Bank Syariah Mandiri (Sehat). Kategori Bank Asing, ada lima bank. Yakni The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Limited (Sangat Sehat), Citibank, NA (Sehat), Bank of China Limited (Sehat), Standard Chartered (Sehat), Deutsche Bank (Sehat). [tar]

Komentar

Embed Widget
x