Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 10:01 WIB

Ini Alasan Menkeu Tawarkan Investasi Syariah

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 16 November 2019 | 12:45 WIB
Ini Alasan Menkeu Tawarkan Investasi Syariah
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yakin dengan perkembangan keuangan syariah. Walaupun Indonesia belum lama mengembangkan konsep ekonomi syariah.

Tetapi menurut Menkeu, hal tersebut menjadi sebuah kelebihan. Artinya masih banyak ruang untuk berkembang. "Saya optimis dan ingin menularkan rasa optimisme bahwa ekonomi syariah di Indonesia masih ada kesempatan baik. Kita dapat belajar banyak dari negara yang sudah memulainya lebih dulu, seperti Malaysia," ungkap Menkeu dalam acara The 14th Islamic Financial Services Board (IFSB) Summit, seperti mengutip dari laman resmi kemenkeu.

Sesuai tema yang diangkat "The Way Forward for Islamic Finance", ada beberapa poin yang dapat dikembangkan dari ekonomi syariah. Ia menyebutkan apabila akan mengeluarkan sebuah produk instrumen syariah maka sebisa mungkin tidak akan menimbullkan kerugian bagi konsumennya, seperti pengenaan objek pajak.

Di Indonesia, pemerintah melihat besarnya minat investor di pasar syariah. Oleh karena itu, pemerintah pun mengeluarkan instrumen sukuk retail. Hasil penjualannya pun sangat memuaskan. Pangsa pasarnya bahkan sudah masuk ke pasar generasi milenial.

"Yakinkan investor bahwa produk syariah bukan berarti investasi kelas dua, instrumen yang lebih berisiko, tidak efisien, dan rate return yang kurang. Kami pun berharap sektor keuangan syariah tidak kemudian menyempitkan pilihan pangsa pasar," jelasnya.

Poin lain yang disampaikan adalah pentingnya kolaborasi dan koordinasi pemerintah dengan para pelaku pasar, investor, dan akademisi untuk saling memberi dukungan. Di Indonesia sendiri ada komite ekonomi syariah dan juga Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).

Terakhir, keterlibatan para filantropis. Sekarang, ujar Menkeu, kalangan menengah ke atas sudah sangat peduli dengan zakat dan wakaf. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian pada pengelolaan zakat dan wakaf untuk juga dapat memakmurkan masyarakat.

Komentar

Embed Widget
x