Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:56 WIB

Ketika Panglima Hadi Bicara Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Iwan purwantono | Senin, 18 November 2019 | 02:09 WIB
Ketika Panglima Hadi Bicara Ekonomi Kerakyatan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mungkin tak banyak yang tahu bila Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya visi ekonomi kerakyatan yang cukup oke. Dia bilang, potensinya cukup dahsyat bila terus dikembangkan.

Kata dia, suka atau tidak, ekonomi kerakyatan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menyelamatkan perekonomian nasional. Alhasil, Indonesia mampu melewati berbagai tantangan ekonomi, termasuk krisis ekonomi akibat dampak ketidakpastian global.

Apalagi, kata Hadi, Indonesia yang memiliki penduduk lebih dari 260 juta jiwa, merupakan potensi pasar yang cukup menjanjikan. Bahwasanya negara lain sangat bernafsu untuk menguasai pasar Indonesia. Untuk itu, produksi dalam negeri yang dihasilkan dari ekonomi kerakyatan, harus bisa dikembangkan secara maksimal.

"Jumlah penduduk yang besar akan dapat menyerap produksi dalam negeri, sebesar apapun itu. Disitulah sebetulnya kekuatan Indonesia yang dapat mencukupi dirinya sendiri," kata Hadi saat menutup Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019 di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Hadi sangat berharap, kegiatan ini mampu mendorong bertumbuhanya ekonomi kreatif di Indonesia. Otomasti, berkembangnya ekonomi kreatif bermakna kesejahteraan rakyat meningkat. "Teknologi pemasaran secara digital yang saat ini sedang mengemuka harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para praktisi ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Selanjutnya dia mengatakan, yang dibutuhkan adalah bagaimana memikat konsumen, pasar di seluruh penjuru Indonesia melalui teknik pemasaran yang tepat dan menarik. "Disamping itu juga dibutuhkan konsistensi serta peningkatan kualitas dan jaminan mutu, sehingga konsumen tersebut puas dan akan membeli kembali," tambahnya.

Panglima mengatakan, tiga hari pelaksanaan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019, berjalan semarak. "Saya yakin banyak manfaat yang telah kita peroleh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga wawasan yang luas tentang kekayaan budaya tanah air dan negara-negara sahabat," ujarnya.

"Kita tentu bangga setiap kali pameran budaya ataupun pertunjukan kesenian tradisional Indonesia di luar negeri selalu disambut dengan antusias. Kesenian kita dilandasi dengan berbagai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sehingga sangat menarik untuk dipelajari ataupun dinikmati. Sehingga kewajiban kita sebagai bangsa untuk melestarikan budaya kita sendiri," imbuhnya.

Turut hadir dalam acara ini, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasal Laksda TNI Mintoro Yulianto, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M Herindra, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Ketum Dharma Pertiwi Ny Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny Manik Siwi Sukma Adji dan Ketum PIA Ardhya Garini Ny Ayu Yuyu Sutisna. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x