Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:54 WIB

Serapan Belanja Tumbuh Tipis, Mulyani Tak Puas

Senin, 18 November 2019 | 16:38 WIB
Serapan Belanja Tumbuh Tipis, Mulyani Tak Puas
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap realisasi belanja negara sejak Januari hingga Oktober 2019, mencapai Rp1.798 triliun. Atau 73,1% dari target APBN sebesar Rp2.461,1 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, belanja negara tersebut hanya tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp1.720,8 triliun yang tumbuh 11,9 persen ketimbang realisasi Oktober 2017 senilai Rp1.537,4 triliun. "Belanja negara masih menunjukkan kinerja yang on track dan berperan dalam memberikan stimulus terhadap perekonomian," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Realisasi belanja negara tersebut terdiri atas realisasi belanja pemerintah pusat Rp1.121,1 triliun, atau tumbuh 4,3% ketimbang periode sama 2018 yakni Rp1.074,4 triliun, dan telah mencapai 68,6% dari target APBN.

Kemudian, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp676,87 triliun, atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama 2018 senilai Rp646,4 triliun, dan telah mencapai 81,9% dari pagu APBN.

Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L), mencapai Rp633,5 triliun, atau tumbuh 8% dibandingkan Oktober 2018 yang secara rinci terdiri atas belanja pegawai Rp204,4 triliun, belanja barang Rp236,5 triliun, belanja modal Rp100,8 trliun, dan bantuan sosial Rp91,7 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, realisasi belanja pemerintah pusat yang mengalami peningkatan tersebut diakibatkan realisasi belanja bantuan sosial yang mencapai 94,5% dari pagu APBN, sebab kemenkeu terus berupaya menjaga daya beli masyarakat miskin.

Belanja pemerintah pusat juga ditunjang oleh belanja non K/L mencapai Rp487,6 triliun, atau stagnan dari periode sama tahun lalu yang terdiri dari pembayaran bunga piutang Rp220,6 triliun, subsidi energi Rp98,5 triliun, subsidi non energi Rp47,7 triliun, belanja hibah Rp23 triliun, dan belanja lain-lain Rp23 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, realisasi subsidi energi sampai Oktober 2019 tersebut lebih rendah dari periode sama 2018 yaitu Rp117,4 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya ICP dan adanya pelunasan bayar subsidi BBM dan LPG Rp10 triliun. "Kalau realisasi subsidi non energi itu ada pelunasan kurang bayar subsidi pupuk Rp9,8 triliun," katanya.

Sementara untuk realisasi TKDD, sebesar Rp676,87 triliun secara rinci terdiri dari realisasi transfer ke daerah mencapai Rp624,9 triliun, atau tumbuh 3,8% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp602 triliun. Serta, dana desa yang mencapai Rp52 triliun atau tumbuh 17 persen dari periode sama tahun lalu yakni Rp44,4 triliun. [tar]

Komentar

Embed Widget
x