Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 03:22 WIB

Pulau Komodo Hanya untuk Orang Kaya

Komodo Eksklusif, Wisatawan Bisa Beralih ke Rinca

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 18 November 2019 | 19:29 WIB
Komodo Eksklusif, Wisatawan Bisa Beralih ke Rinca
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Labuan Bajo - Pemerintah Indonesia mencari alternatif destinasi pariwisata lain di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah nantinya Pulau Komodo akan menjadi pulau eksklusif yang harga tiket masuknya mencapai Rp14 juta.

Hal ini dimaksudkan agar wisatawan berkantong 'tipis' juga masih bisa menikmati dan melihat populasi komodo di Labuan Bajo.

"Jadi konsep membership itu karena ingin dijadikan area eksklusif. Sedangkan untuk pulau lainnya seperti Rinca untuk orang-orang pada umumnya bisa lihat komodo juga kok," kata Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina Sukarsono di Labuan Bajo beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, tim terpadu yang terdiri dari beberapa kementerian dan lembaga masih terus menggodok soal destinasi super prioritas yang menjadikan kawasan Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata premium.

Dalam tim tersebut juga dibahas soal bagaimana konsep eksklusif Pulau Komodo yang digadang-gadang akan dijadikan kawasan premium pariwisata berstandar internasional.

"Hasilnya seperti apa baru ketahuan akhir 2020 mungkin ya, saya belum tahu karena belum tahu jadwalnya. Tapi yang jelas konteks pengelolaannya bersama pemerintah pusat dan pemda. Isu utamanya adalah distribusi pendapatan," katanya.

Shana mengatakan, isu lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah soal anggaran pengelolaan saat ini di kawasan Labuan Bajo yang di dalamnya termasuk Pulau Komodo sebesar Rp33 miliar.

Sebab untuk menjadikan kawasan Pulau Komodo menjadi pulau eksklusif berstandar internasional, apakah anggaran Rp33 miliar tersebut sudah memadai atau belum.

"Nah apakah PNBP yang Rp33 miliar itu cukup untuk pengelolaan taman komodo dengan kualitas standar internasional UNESCO? Sementara kalau kita lihat kebutuhan kemarin Rp129 miliar. Berarti masih minus kan. Butuh berapa sih angkanya yang proper untuk kelola taman nasional ini dengan standar internasional, nanti keliatan angkanya. Ini masih didiskusikan, diharapkan selesai tahun depan," ungkapnya.

Komodo Eksklusif, Jumlah Wisatawan Berkurang

Shana mengaku dengan konsep Pulau Komodo sebagai pulau eksklusif nantinya akan mempengaruhi jumlah wisatawan yang akan datang ke Labuan Bajo khususnya ke Pulau Komodo.

Namun pemerintah sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Bahkan jika jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo menurun imbas dari penerapan eksklusifitas Pulau Komodo, maka hal itu akan diterima pemerintah.

"Mungkin iya (turun jumlah wisatawan), mungkin tidak. Tapi kita akan antispasi dengan siapkan industri lebih dini. Jadi enggak tiba-tiba karena kita tahu market butuh kepastian iya atau tidak. Jadi kita akan selesaikan jelas rekomendasinya," katanya.

Selain di Pulau Komodo, saat ini populasi binatang langka tersebut sudah berpindah ke Pulau Rinca yang letaknya tak jauh atau bersebelahan dengan Pulau Komodo.

Menurut warga sekitar Pulau Komodo, populasi komodo di Pulau Rinca tidak sebanyak di Pulau Komodo. Di Pulau Rinca sendiri memiliki karakter yang berbeda karena merupakan padang savana.

Belum diketahui secara pasti mengapa populasi komodo bisa berpindah ke Pulau Rinca. Namun warga sekitar menyebut pindahnya komodo ke Pulau Rinca pada umumnya untuk berkembang biak pada musim kawin. Namun setelah musim kawin, tidak semua komodo kembali ke Pulau Komodo, ada sebagaian yang menetap dan akhirnya menjadi penghuni tetap di Pulau Rinca.

Karena Pulau Rinca yang masih belum banyak dikunjungi orang membuat populasi komodo disana jarang sekali kontak langsung dengan manusia. Hal itu membuat komodo di Pulau Rinca lebih agresif.[jat]

Komentar

x