Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 09:18 WIB

Freeport Finalisasi Sindikasi Bank Danai Smelter

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 19 November 2019 | 00:12 WIB
Freeport Finalisasi Sindikasi Bank Danai Smelter
Juru bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PT FI) dalam waktu dekat bakal mendapat pendanaan untuk pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) konsentrat tembaga di Gresik, Jawa Timur.

Juru bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan, sedianya sindikasi perbankan itu akan dipakai membangun smelter dengan kapasitas 2 juta ton. Adapun investasi smelter ini sekitar US$2,7 miliar.

Namun dia belum mau membeberkan jumlah bank dan nilai dana yang bakal dikucurkan. Hanya saja dia mengatakan pembahasan pendanaan dalam tahap finalisasi.

"Dalam waktu dekat ada signing," kata Riza di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Riza menerangkan pembangunan smelter terus berjalan meski belum mengantongi pinjaman dari perbankan. Pasalnya pemerintah terus memonitor progres pembangunan smelter yang dievaluasi setiap enam bulan.

Dia mengungkapkan pembiayaan smelter sampai saat ini masih ditopang dari dana internal. "Pendanaan sementara masih dari Freeport," kata dia.

Sementara Wakil Direktur Utama Freeport Orias Petrus Moedak sebelumnya menuturkan besaran pinjaman yang diharapkan nantinya dapat membiayai seluruh proyek. Namun dia belum bisa membeberkan tenor pinjaman tersebut lantaran masih disimulasikan.

"Kami enggak punya pinjaman sekarang. Balance sheet clean," ujar dia.

Orias menuturkan pendanaan dari lembaga perbankan ini harus mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam hal ini PT Inalum (persero). Permohonan itu akan disampaikan setelah mendapatkan kepastian lembaga perbankan yang akan membiayai.

Smelter Freeport berlokasi di kawasan industri Gresik, Jawa Timur ( java Integrated Industrial and Port Estate/JIIPE). Desain smelter yang dibangun kini terintegrasi dengan fasilitas pemurnian anoda slime.

Kapasitas smelter anoda slime itu mencapai 6.000 ton. Penambahan fasilitas anoda slime itu membuat investasi smelter membengkak menjadi US$2,7 miliar dari sebelumnya US$2,1 miliar. Dalam pembangunan smelter anoda slime itu, PT Smelting menjadi pemasok anoda slime sekitar 2.000 ton.

Anoda slime merupakan produk samping dari pemurnian konsentrat tembaga. Sejak awal 2017 lalu, anoda slime masuk dalam jenis mineral yang harus dimurnikan di dalam negeri. Oleh sebab itu diberi waktu hingga 2022 untuk menyelesaikan smelter.[jat]

Komentar

Embed Widget
x