Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 11:56 WIB

Bagi-bagi Jabatan di BUMN

Dibully Gegara Kritik Ahok, RR Santai Saja

Selasa, 19 November 2019 | 04:09 WIB
Dibully Gegara Kritik Ahok, RR Santai Saja
DR Rizal Ramli - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kalau tak ada aral, Basuki Tjahja Purnama yang akrab disapa Ahok, bakal menempati pos anyar di BUMN, Desember ini. Alasannya, Ahok adalah sosok yang tepat untuk membersihkan BUMN dari praktik kotor.

Namun, pandangan tersebut langsung dibantah mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja, DR Rizal Ramli. Atas sikap kritisnya itu, Bang RR, sapaan akrab Rizal ramli malah menjadi sasaran bully di ranah media sosial (medsos).

"Gara-gara bedah kinerja, track record, dramatisasi Ahok, buzzers dan Ahoker hantam RR dengan kata-kata kasar, tuduhan dan argumen ngasal, kacian deh. Ahok di BUMN: problem dengan 'good governance', tidak punya corporate experiences. Kalau kata Gus Dur, EGP," kata Bang RR, Jakarta, Senin (18/11/2019).

"He he.. Sebelum pada ngasal nyablak. RR yang pertama buka dan kritik tentang mafia migas, bahkan demo 30 ribu orang protes kenaikan BBM dan hapuskan mafia migas tahun 2008. Juga RR dkk yang bawa bukti-bukti kejahatan mafia Migas ke Ketua KPK Abraham Samad. Kalian pada kemenong?" sambung RR dengan emoticon tertawa.

Saat menjadi nara sumber dalam sebuah acara talkshow di stasiun televisi nasional, Rizal berani melontarkan pandangan bernas terkait rekam jejak Ahok. Sederet masalah menjadi warisan mulai

Kembali ke Ahok. RR menyebut saat dia menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya, dia mengundang rapat Kementerian LHK, KKP termasuk Pemprov DKI yang langsung dihadiri Ahok, membahas soal reklamasi di utara Jakarta.

"Ahok thanks kepada Menko Rizal Ramli. Sebelum rapat, Ahok di depan pers katakan, 'saya akan dukung semua keputusan rapat Dr RR karena beliau hebat pengetahuan dan pengalamannya, dan saya kalah nekat dengan dia'. Besoknya Ahok balik badan," tutur RR.

"Yang begitu mau sikat mafia? Yang ada mah bakal maki-maki pegawai, sama mafia mah bakalan cincay. Kalau sekarang mah sopan bahasanya, begitu kuasa balik lagi adatnya. @jokowi," lanjut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, mengomentari para pembully RR yang menyebut gila jabatan. Dia bilang, RR itu orangnya punya pendirian yang kokoh. Seperti saat yang bersangkutaan menjabat Komisaris Utama PT. Semen Gresik.

"Saya saksi tentang hal ini. Saat saya masih di BUMN, saya dapat tugas evaluasi Pak RR sebagai Komut PT Semen Gresik, pak @RamliRizal lebih memilih diberhentikan daripada disuruh "membebek". Akhirnya diberhentikan," kata Said Didu di akun Twitter @msaid_didu.

RR kemudian meretweet pernyataan Said Didu itu dengan mengatakan: "Sebagai Preskom Semen Gresik Grup, RR berhasil naikkan keuntungan dari Rp800 miliar menjadi Rp3,2 triliun dalam dua tahun. Tapi karena RR tolak dan pimpin demo kenaikan harga BBM (hanya setuju jika mafia migas disikat dulu), RR mengundurkan diri sebagai Preskom SG Grup. [ipe]

Komentar

x