Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 13:03 WIB

Polemik Dirut Pertamina

Rizal Ramli: Jonan Lebih Oke Daripada Ahok

Rabu, 20 November 2019 | 17:54 WIB
Rizal Ramli: Jonan Lebih Oke Daripada Ahok
Ekonom senior Rizal Ramli - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Masih terkait rencana Kementerian BUMN memasang Basuki Tjahja Purnama atau Basuki di BUMN kakap di bisnis migas, ekonom senior Rizal Ramli kembali mengkritisnya.

Kata Bang TRR, sapaan akrabnya, ketika menjabat Gubernur DKI, Ahok belum mampu meningkatkan performance BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Hal itu disampaikan RR melalui akun twitter @RamliRizal, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Dia tuliskan: Track record Ahok soal korporasi dramatisasi gembar-gembor soal kebrengsekan BUMN DKI. Ganti banyak direksi BUMD DKI dengan konco2 Ahok dari swasta. Ternyata hasilnya nyaris tidak ada peningkatan kinerja BUMD DKI. Ini terpaksa dibuka karn cape lihat orang modalnya cuma maki2."

Pada cuitan yang lain, Rizal malah menilai kalau mantan Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Kepala BKPM, Thomas Lembong lebih layak menjadi bos BUMN ketimbang Ahok. Berikut cuitannya. "Jonan dan Tom Lembong jauh lebih berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang modalnya maki2 dan dramatisasi doang."

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Ahok akan ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengurus BUMN di sektor energi. "Ya kira-kira begitulah (sektor energi)," kata Luhut di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Kendati demikian, Luhut masih enggan untuk menyebut BUMN mana yang akan diurus Ahok itu. Bahkan ketika ducecar dengan isu bahwa Ahok akan menduduki posisi penting di Pertamina atau PLN. "Saya enggak tahu," kata Luhut.

Ahok dikabarkan akan menduduki kursi pimpinan di salah satu perusahaan BUMN setelah mantan politisi Partai Gerindra yang kini berlabuh di PDIP itu bertemu Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, pada Rabu (13/11/2019) pagi.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN. Intinya, Erick ingin melibatkan Ahok untuk mengurus 1 dari 115 perusahaan pelat merah itu. [ipe]

Komentar

x