Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 03:59 WIB

PLTU Tanjung Jati B Jadi Tulang Punggung Jawa-Bali

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 21 November 2019 | 17:01 WIB
PLTU Tanjung Jati B Jadi Tulang Punggung Jawa-Bali
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jepara - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati Bisa B di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah adalah salah satu pembangkit PT. PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Hingga triwulan III 2019, PLTU berkapasitas 4 x 710 MW (kapasitas terpasang) dengan daya mampu 4x660 MW ini memiliki kesiapan produksi listrik atau Equivalent Availability Factor (EAF) hingga 93,6% selama setahun, naik dari tahun lalu sebesar 89,8%.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B, Rahmat Azwin mengatakan bahwa PLTU Tanjung Jati B memegang peran sentral dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali.

"Pembangkit ini paling produktif se-Indonesia, kemampuan produksi PLTU Tanjung Jati B diatas rata-rata kemampuan (pembangkit) lainnya, dengan kapasitas 10% kebutuhan listrik Jawa-Bali, kami mampu berkontribusi penjualan sebesar 12% kebutuhan listrik Jawa-Bali," ujar Azwin, Kamis (21/11/2019).

PLTU Tanjung Jati B menjadi tulang punggung kelistrikan Jawa-Bali sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2006. Adapun besaran 12% adalah setara dengan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga.

Saat ini sedang dibangun 2 (dua) pembangkit baru yaitu unit 5 dan 6, masing-masing berkapasitas 1000MW, sehingga membuat PLTU Tanjung Jati dapat menjadi yang terbesar se Asia Tenggara.

Azwin juga menyampaikan PLTU Tanjung Jati B juga telah banyak meraih prestasi di level nasional maupun internasional. Di Tahun 2012, Power Magz menobatkan PLTU Tanjung Jati B sebagai 10 besar pembangkit listrik terbaik dunia.

Tahun 2015, PLTU Tanjung Jati B kembali memenangkan Asean Energy Awards dalam kategori pengelolaan batubara. Di sisi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PLTU Tanjung Jati B juga telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa Proper Hijau enam kali berturut-turut sejak tahun 2013.

Keberadaan pembangkit ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat karena kontinuitas suplai listrik, namun juga turut membantu pemerintah dalam penghematan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional).

"Ketika pembangkit ini andal, pemerintah juga tidak terbebani oleh biaya operasional pembangkit BBM, sehingga anggaran tersebut bisa digunakan untuk kepentingan nasional lainnya," pungkasnya.

PLN UIK TJB juga memiliki Program Inovasi Sumber Daya yang terdiri dari 7 (tujuh) poin penghematan, diantaranya adalah Efisiensi pemakaian air berupa penurunan pemakaian air 170 ribu meter kubik, Efisiensi energi 6.8 juta giga joule (GJ) dari modifikasi seal plate pada peralatan penyaring sistem pendingin turbin, penurunan beban pencemar air sebanyak 3.73 ton polutan dari modifikasi sistem kendali pompa injeksi di boiler, pengurangan limbah non B3, pengurangan limbah B3 melalui proses Desalination Plant, penurunan emisi udara melalui optimalisasi dedicates vessel 3.2 ribu ton SOx, 853 ton NOx dan 661 ribu ton CO2e dalam coal shipping management, dan terakhir melalui transplantasi lamun perairan Pulau Panjang dengan luasan wilayah konservasi 2070 meter persegi. Ketujuh program efisiensi ini dapat menghasilkan penghematan bagi PLN sebesar Rp2,7 triliun.

Komentar

x