Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 02:33 WIB

PLN Teken Kontrak PLTS di 151 Lokasi Tanah Papua

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 26 November 2019 | 00:09 WIB
PLN Teken Kontrak PLTS di 151 Lokasi Tanah Papua
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Upaya PT PLN (Persero) meningkatkan rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat, dijalankan melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 151 lokasi.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak antara PLN dengan KOS Sky-Tritama, serta Konsorsium Telkominfra-Pracom-Canadian Solar. Penandatanganan kontrak antara PLN dengan beberapa perusahaan tersebut menggunakan kontrak kesepakatan harga satuan (KHS) pengadaan dan pemasangan PLTS tersebar dengan range 10 Kilo Watt Peak (KWP)150 KWP yang tersebar menjadi beberapa zonasi. Yakni, Zona Timika; Zona Merauke; Zona Sorong; dan Zona Jayapura

Penandatanganan dilakukan di kantor pusat PLN oleh General Manager Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo dengan Direktur TML Energy, Widyatama Saptodewa; Direktur SKY Tritama, Hengky Loa; Direktur Utama Telkominfra, Bob Apriawan. Acaranya disaksikan Direktur Regional Maluku dan Papua, Ahmad Rofik.

Rofik mengungkapkan, kontrak ini menunjukkan keseriusan PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi Papua. "Konsentrasi kami adalah bagaimana agar masyarakat di pedalaman Papua bisa segera menikmakti listrik dengan cepat. mengingat kondisi geografis Papua yang cukup ekstrim sehingga dibutuhkan ketepatan dalam pemilihan jenis pembangkit, untuk itu kami memilih PLTS yang dibangun secara komunal sesuai dengan kebutuhan zonasi masing-masing," kata Rofik di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Semangat yang sama juga diungkapkan oleh Bob Apriawan selaku Direktur Utama Telkominfra, Menurutnya PLN cukup serius dalam mengembangkan EBT. "Kami yakin dengan arah trend energi yang bersih maka kami juga berusaha mengembangkan kemampuan kami di area EBT. Ini adalah salah satu wujud sumbangsih kami bersama PLN untuk warga Papua agar bisa menikmati listrik dengan cepat," ujar Bob.

Sementara Hengki Loa dari Sky Energi, mengungkapkan, tantangan terberat dalam membangun infrastruktur kelistrikan di Papua ini yakni kondisi geografis yang sulit. Namun kami yakin mampu mengatasi tantangan tersebut, dengan komitmen dan kerjakeras semua pihak demi Papua Terang. [ipe]




Komentar

x